0 Commentarii
0 Distribuiri
288 Views
Director
Descoperă oameni noi, creează noi conexiuni și faceti-va noi prieteni
-
Vă rugăm să vă autentificați pentru a vă dori, partaja și comenta!
-
0 Commentarii 0 Distribuiri 69 Views
-
#sublimewithrome #skalegend #santeria0 Commentarii 0 Distribuiri 480 Views
-
#1979 #smashingpumpkins #acoustic#1979 #smashingpumpkins #acoustic0 Commentarii 0 Distribuiri 249 Views
-
#flea #bassist #rhcpbassist #aplea #art0 Commentarii 0 Distribuiri 585 Views
-
0 Commentarii 0 Distribuiri 304 Views1
-
#kmfnite #5 #2025 #ihateband #rumahsanetti
WWW.INSTAGRAM.COMApunX on Instagram: "#ihateband #kmfnite2025 #rumahsanetti live @rumahsanetti GDC depok, sabtu 6 des 2025 .. start 14.00"0 likes, 0 comments - apu.nx on December 3, 2025: "#ihateband #kmfnite2025 #rumahsanetti live @rumahsanetti GDC depok, sabtu 6 des 2025 .. start 14.00".0 Commentarii 0 Distribuiri 729 Views -
Kebangkitan "Owned Media": Balas Dendam Newsletter*
Musisi akhirnya sadar mereka telah ditipu oleh algoritma Instagram dan TikTok. Anda punya 100.000 followers, tapi yang melihat postingan info tur cuma 2.000 orang karena "Shadowban" atau algoritma yang berubah.
Di tahun 2026, strategi "Direct-to-Fan" melalui Newsletter (Email) dan WhatsApp Blast menjadi senjata paling mematikan. Musisi mengumpulkan data email/nomor HP fans secara agresif. Mengirim email terasa kuno? Pikir lagi. Open rate email dari fans loyal mencapai 40%, jauh di atas engagement rate Instagram yang cuma 1%. Band pintar membangun database sendiri yang tidak bisa diotak-atik oleh Mark Zuckerberg atau Elon Musk. Aset terbesar band saat ini adalah daftar kontak Excel mereka.
Kebangkitan "Owned Media": Balas Dendam Newsletter* Musisi akhirnya sadar mereka telah ditipu oleh algoritma Instagram dan TikTok. Anda punya 100.000 followers, tapi yang melihat postingan info tur cuma 2.000 orang karena "Shadowban" atau algoritma yang berubah. Di tahun 2026, strategi "Direct-to-Fan" melalui Newsletter (Email) dan WhatsApp Blast menjadi senjata paling mematikan. Musisi mengumpulkan data email/nomor HP fans secara agresif. Mengirim email terasa kuno? Pikir lagi. Open rate email dari fans loyal mencapai 40%, jauh di atas engagement rate Instagram yang cuma 1%. Band pintar membangun database sendiri yang tidak bisa diotak-atik oleh Mark Zuckerberg atau Elon Musk. Aset terbesar band saat ini adalah daftar kontak Excel mereka.0 Commentarii 0 Distribuiri 293 Views -
"Mall-Venue": Gentrifikasi Ruang Ritel Mati*
Pusat perbelanjaan (Mall) di Jakarta dan Surabaya banyak yang sepi penyewa ritel akibat e-commerce. Menuju 2026, ruang kosong bekas department store ini disulap menjadi Live House atau venue musik.
Ini solusi win-win. Mall butuh traffic anak muda, musisi butuh tempat ber-AC yang parkirnya luas dan akses transportasi umumnya gampang. Konser hardcore di bekas toko baju lantai 3 Plaza Blok M bukan lagi anomali, tapi norma baru. Akustiknya mungkin perlu peredam ekstra, tapi kenyamanan akses membuat "Mall Gigs" menjadi tren urban yang tak terelakkan."Mall-Venue": Gentrifikasi Ruang Ritel Mati* Pusat perbelanjaan (Mall) di Jakarta dan Surabaya banyak yang sepi penyewa ritel akibat e-commerce. Menuju 2026, ruang kosong bekas department store ini disulap menjadi Live House atau venue musik. Ini solusi win-win. Mall butuh traffic anak muda, musisi butuh tempat ber-AC yang parkirnya luas dan akses transportasi umumnya gampang. Konser hardcore di bekas toko baju lantai 3 Plaza Blok M bukan lagi anomali, tapi norma baru. Akustiknya mungkin perlu peredam ekstra, tapi kenyamanan akses membuat "Mall Gigs" menjadi tren urban yang tak terelakkan.0 Commentarii 0 Distribuiri 717 Views -
"Upcycled Merch": Kaos Bekas yang Dicetak Ulang*
Harga katun naik, dan Gen Z benci fast fashion. Solusinya? Band-band indie di Bandung dan Yogyakarta mulai berburu kaos polos bekas (thrifting) berkualitas tinggi, lalu menyablon logo band mereka di atasnya.
Setiap kaos jadi unik (one-of-a-kind). Ada yang bekas merk Uniqlo, ada yang Gildan lama. Fans menyukai eksklusivitas ini. Ini disebut "Sustainable Merch". Band tidak perlu memproduksi kain baru yang merusak lingkungan. Mereka mendaur ulang sampah tekstil menjadi barang koleksi bernilai tinggi. Narasi "Ramah Lingkungan" + "Eksklusif" adalah kombinasi penjualan yang seksi di 2026."Upcycled Merch": Kaos Bekas yang Dicetak Ulang* Harga katun naik, dan Gen Z benci fast fashion. Solusinya? Band-band indie di Bandung dan Yogyakarta mulai berburu kaos polos bekas (thrifting) berkualitas tinggi, lalu menyablon logo band mereka di atasnya. Setiap kaos jadi unik (one-of-a-kind). Ada yang bekas merk Uniqlo, ada yang Gildan lama. Fans menyukai eksklusivitas ini. Ini disebut "Sustainable Merch". Band tidak perlu memproduksi kain baru yang merusak lingkungan. Mereka mendaur ulang sampah tekstil menjadi barang koleksi bernilai tinggi. Narasi "Ramah Lingkungan" + "Eksklusif" adalah kombinasi penjualan yang seksi di 2026.0 Commentarii 0 Distribuiri 333 Views