AI Sebagai Asisten, Bukan Musuh*
Ketakutan bahwa AI akan menggantikan musisi di 2023-2024 terbukti berlebihan. Di penghujung 2025, produser musik di Indonesia justru menggunakan AI untuk hal-hal teknis yang membosankan.
Tren produksi 2026 adalah penggunaan AI Stem Separation dan AI Mastering untuk mempercepat kerja demo. Musisi tidak lagi menghabiskan waktu 5 jam untuk mencari sample drum; mereka menyuruh AI membuatnya, lalu memanipulasinya agar terdengar "rusak" dan manusiawi. Human touch tetap menjadi raja. Justru, label "100% Human Made" akan menjadi nilai jual premium. AI di bisnis musik 2026 hanyalah kalkulator canggih; ia tidak punya jiwa, dan penonton tahu bedanya.
Ketakutan bahwa AI akan menggantikan musisi di 2023-2024 terbukti berlebihan. Di penghujung 2025, produser musik di Indonesia justru menggunakan AI untuk hal-hal teknis yang membosankan.
Tren produksi 2026 adalah penggunaan AI Stem Separation dan AI Mastering untuk mempercepat kerja demo. Musisi tidak lagi menghabiskan waktu 5 jam untuk mencari sample drum; mereka menyuruh AI membuatnya, lalu memanipulasinya agar terdengar "rusak" dan manusiawi. Human touch tetap menjadi raja. Justru, label "100% Human Made" akan menjadi nilai jual premium. AI di bisnis musik 2026 hanyalah kalkulator canggih; ia tidak punya jiwa, dan penonton tahu bedanya.
AI Sebagai Asisten, Bukan Musuh*
Ketakutan bahwa AI akan menggantikan musisi di 2023-2024 terbukti berlebihan. Di penghujung 2025, produser musik di Indonesia justru menggunakan AI untuk hal-hal teknis yang membosankan.
Tren produksi 2026 adalah penggunaan AI Stem Separation dan AI Mastering untuk mempercepat kerja demo. Musisi tidak lagi menghabiskan waktu 5 jam untuk mencari sample drum; mereka menyuruh AI membuatnya, lalu memanipulasinya agar terdengar "rusak" dan manusiawi. Human touch tetap menjadi raja. Justru, label "100% Human Made" akan menjadi nilai jual premium. AI di bisnis musik 2026 hanyalah kalkulator canggih; ia tidak punya jiwa, dan penonton tahu bedanya.
0 Commenti
0 condivisioni
183 Views