Renaisans Musik Indonesia: Dominasi Lokal dan Lonjakan Digital (2019-2024)

Dalam lima tahun terakhir, industri musik Indonesia mengalami pergeseran tektonik dari konsumsi musik Barat menuju dominasi total musisi lokal. Fenomena ini didorong oleh penetrasi platform streaming digital dan bangkitnya industri konser pasca-pandemi.

Data Spotify Wrapped 2023 menunjukkan fakta mengejutkan: untuk pertama kalinya, musisi lokal merajai daftar teratas di Indonesia, mengalahkan musisi internasional. Lagu-lagu pop balada dari artis seperti Mahalini dan Tulus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Momentum besar terjadi pada tahun 2022 ketika lagu Tulus, "Hati-Hati di Jalan", memecahkan rekor sebagai lagu yang paling banyak didengarkan dalam waktu 24 jam di Spotify Indonesia, mengalahkan rekor global sebelumnya yang dipegang Adele dan Taylor Swift.

Secara ekonomi, IFPI Global Music Report 2023 mencatat Indonesia sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan pendapatan musik tercepat di Asia Tenggara. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan pengguna paid subscription (berlangganan berbayar) yang tumbuh signifikan dibanding 2019.

Selain digital, ekosistem pertunjukan langsung meledak kembali pada 2022-2024. Festival musik lokal seperti Pestapora dan Synchronize Fest berhasil menarik ratusan ribu pengunjung per gelaran, membuktikan bahwa musik Indonesia kini bukan sekadar hiburan pelengkap, melainkan motor utama ekonomi kreatif nasional.

Sumber Data & Informasi:

Spotify Indonesia (2022 & 2023): Data Spotify Wrapped dan rilis resmi mengenai rekor streaming harian Tulus (Breaking records on Spotify Charts).
IFPI (International Federation of the Phonographic Industry): Global Music Report 2023 (Data pertumbuhan pendapatan musik rekaman di pasar Asia).
Kemenparekraf RI: Laporan tren ekonomi kreatif sub-sektor musik dan data pengunjung festival musik pasca-pandemi (2022-2023).





Renaisans Musik Indonesia: Dominasi Lokal dan Lonjakan Digital (2019-2024) Dalam lima tahun terakhir, industri musik Indonesia mengalami pergeseran tektonik dari konsumsi musik Barat menuju dominasi total musisi lokal. Fenomena ini didorong oleh penetrasi platform streaming digital dan bangkitnya industri konser pasca-pandemi. Data Spotify Wrapped 2023 menunjukkan fakta mengejutkan: untuk pertama kalinya, musisi lokal merajai daftar teratas di Indonesia, mengalahkan musisi internasional. Lagu-lagu pop balada dari artis seperti Mahalini dan Tulus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Momentum besar terjadi pada tahun 2022 ketika lagu Tulus, "Hati-Hati di Jalan", memecahkan rekor sebagai lagu yang paling banyak didengarkan dalam waktu 24 jam di Spotify Indonesia, mengalahkan rekor global sebelumnya yang dipegang Adele dan Taylor Swift. Secara ekonomi, IFPI Global Music Report 2023 mencatat Indonesia sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan pendapatan musik tercepat di Asia Tenggara. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan pengguna paid subscription (berlangganan berbayar) yang tumbuh signifikan dibanding 2019. Selain digital, ekosistem pertunjukan langsung meledak kembali pada 2022-2024. Festival musik lokal seperti Pestapora dan Synchronize Fest berhasil menarik ratusan ribu pengunjung per gelaran, membuktikan bahwa musik Indonesia kini bukan sekadar hiburan pelengkap, melainkan motor utama ekonomi kreatif nasional. Sumber Data & Informasi: Spotify Indonesia (2022 & 2023): Data Spotify Wrapped dan rilis resmi mengenai rekor streaming harian Tulus (Breaking records on Spotify Charts). IFPI (International Federation of the Phonographic Industry): Global Music Report 2023 (Data pertumbuhan pendapatan musik rekaman di pasar Asia). Kemenparekraf RI: Laporan tren ekonomi kreatif sub-sektor musik dan data pengunjung festival musik pasca-pandemi (2022-2023).
Like
1
1 Reacties 0 aandelen 69 Views
MusiXzen https://musixzen.com