• #bestinternationalalbumsinIndonesia
    #bestinternationalalbumsinIndonesia
    BESTSELLINGALBUMS.ORG
    Best-selling albums in Indonesia - BestSellingAlbums.org
    The best-selling international album in Indonesia is Coast To Coast by Westlife, which sold 600.000 copies
    0 Comments 0 Shares 469 Views
  • #jasad #deathmetal #Indonesia #bandung #metal #asiatour #2026
    #jasad #deathmetal #Indonesia #bandung #metal #asiatour #2026
    WWW.INSTAGRAM.COM
    Diablo Productions on Instagram: "🇵🇭 MANILA — TICKET & VENUE INFO OUT! 🇵🇭 We are coming to Manila with @jasad_official @abaddon_incarnate_official and @devils_henchmenuk 🤘🔥 See you there. Venue: Padma Kamala, Uncle John – 3rd Floor, Philcoa, Quezon City Date: February 13th, 2026 Tickets: • Early Bird: 1800 • Presale: 2000 • Door: 2500 • Meet & Greet: 3000 Tickets available via: Black Anchor Production Facebook page https://www.facebook.com/share/16kJp6ijuH/?mibextid=wwXIfr See you all there 🤘🏻 Mocking The Wretched – Asia Tour 2026 #manilla #diabloproductionsofficial #metaltour #abaddonincarnate #devilshenchmenuk #extrememetal #jasad #brutalmetal #deathgrind #musicmarketing #artistmanagement"
    158 likes, 11 comments - diabloproductionsofficial on December 15, 2025: "🇵🇭 MANILA — TICKET & VENUE INFO OUT! 🇵🇭 We are coming to Manila with @jasad_official @abaddon_incarnate_official and @devils_henchmenuk 🤘🔥 See you there. Venue: Padma Kamala, Uncle John – 3rd Floor, Philcoa, Quezon City Date: February 13th, 2026 Tickets: • Early Bird: 1800 • Presale: 2000 • Door: 2500 • Meet & Greet: 3000 Tickets available via: Black Anchor Production Facebook page https://www.facebook.com/share/16kJp6ijuH/?mibextid=wwXIfr See you all there 🤘🏻 Mocking The Wretched – Asia Tour 2026 #manilla #diabloproductionsofficial #metaltour #abaddonincarnate #devilshenchmenuk #extrememetal #jasad #brutalmetal #deathgrind #musicmarketing #artistmanagement".
    0 Comments 0 Shares 526 Views
  • #udasim #modern #blackmetal #tulungagung #indonesia
    #udasim #modern #blackmetal #tulungagung #indonesia
    WWW.INSTAGRAM.COM
    METAL SAK MODARE! on Instagram: "MODERN BLACK METAL INDONESIA PUNYA ANCAMAN BARU. . Dari Tulungagung, Jawa Timur @kultusudasim datang membawa perlawanan yang tidak biasa. Bukan tentang kultus mistis atau glorifikasi klenik, tetapi sebuah serangan terhadap ketakutan yang diwariskan dan masih dipelihara sebagai alat untuk mengontrol manusia. . Single terbaru mereka, “MYSTIC”, menyerang langsung inti persoalan: bagaimana mitos, santet, teluh, mantra, dan pesugihan kerap dijadikan propaganda untuk menutupi kejahatan dan membungkam logika. UDASIM menyajikannya lewat Modern Black Metal yang lugas, agresif, dan intelektual, bukan sekadar estetika hitam tanpa arah. . 28 November 2025, MYSTIC resmi dilepaskan. Bukan untuk sekadar didengar, tetapi untuk mengguncang cara berpikir dan memaksa kita mempertanyakan apa yang selama ini dianggap “kebenaran”. . 🎧 Sudah dengar MYSTIC? Tulis pendapatmu, apakah mitos membantu atau justru membunuh logika? — #UDASIM #Mystic #ModernBlackMetal #IndonesianMetalScene #MetalIndonesia #metalsakmodare"
    2,862 likes, 112 comments - metalsakmodareofficial on December 2, 2025: "MODERN BLACK METAL INDONESIA PUNYA ANCAMAN BARU. . Dari Tulungagung, Jawa Timur @kultusudasim datang membawa perlawanan yang tidak biasa. Bukan tentang kultus mistis atau glorifikasi klenik, tetapi sebuah serangan terhadap ketakutan yang diwariskan dan masih dipelihara sebagai alat untuk mengontrol manusia. . Single terbaru mereka, “MYSTIC”, menyerang langsung inti persoalan: bagaimana mitos, santet, teluh, mantra, dan pesugihan kerap dijadikan propaganda untuk menutupi kejahatan dan membungkam logika. UDASIM menyajikannya lewat Modern Black Metal yang lugas, agresif, dan intelektual, bukan sekadar estetika hitam tanpa arah. . 28 November 2025, MYSTIC resmi dilepaskan. Bukan untuk sekadar didengar, tetapi untuk mengguncang cara berpikir dan memaksa kita mempertanyakan apa yang selama ini dianggap “kebenaran”. . 🎧 Sudah dengar MYSTIC? Tulis pendapatmu, apakah mitos membantu atau justru membunuh logika? — #UDASIM #Mystic #ModernBlackMetal #IndonesianMetalScene #MetalIndonesia #metalsakmodare".
    Like
    1
    0 Comments 0 Shares 506 Views
  • #revoltmusicindonesia #dogiefx #guitareffects
    #revoltmusicindonesia #dogiefx #guitareffects
    WWW.INSTAGRAM.COM
    Revolt Boutique - stubborn analog - analog garis keras on Instagram: "Keputusan sudah bulat Melangkah dengan cermat Mohon doa kawan-kawan Kini kami di instagram @revoltboutique 🙏 #revoltboutiquepedal #createyourowntone"
    4 likes, 0 comments - revoltboutique on December 16, 2025: "Keputusan sudah bulat Melangkah dengan cermat Mohon doa kawan-kawan Kini kami di instagram @revoltboutique 🙏 #revoltboutiquepedal #createyourowntone".
    Wow
    1
    0 Comments 0 Shares 511 Views
  • #kpopcomeback #CNNINDONESIA
    #kpopcomeback #CNNINDONESIA
    WWW.CNNINDONESIA.COM
    Daftar Idol Kpop Comeback Desember 2025
    Sejumlah idol Kpop bersiap comeback pada Desember 2025.
    0 Comments 0 Shares 415 Views
  • #kpopanatomi #kpopfans #Indonesia
    #kpopanatomi #kpopfans #Indonesia
    WWW.BBC.COM
    Kpop: Anatomi fans K-pop di Indonesia – 'Kami tidak dipahami secara utuh' - BBC News Indonesia
    Fandom K-pop bukan sekadar hubungan antara penggemar dan idola. BBC News Indonesia berbicara dengan para penggemar K-pop dan sejumlah peneliti untuk membedah mengapa stigma melekat kepada fandom ini.
    Like
    1
    0 Comments 0 Shares 336 Views
  • #news #sonymusicIndonesia #soloisbandduo
    #news #sonymusicIndonesia #soloisbandduo
    0 Comments 0 Shares 388 Views
  • #theworldlargestguitarcompany #youtube #Indonesia #cortfactory #cort
    #theworldlargestguitarcompany #youtube #Indonesia #cortfactory #cort
    Like
    1
    0 Comments 0 Shares 449 Views
  • #waffle #harkorpang #hc #punk #Indonesia #debut
    #waffle #harkorpang #hc #punk #Indonesia #debut
    UNITEASIA.ORG
    Hardcore Punk Band WAFFLE Drop Debut Album [Indonesia] - Unite Asia
    Hardcore punk outfit from Bandung, WAFFLE, unleash their debut album Primal Instinct: an 11–track release packed with raw yet precise hardcore/punk energy. The album is available online and in tapes […]
    Like
    1
    0 Comments 0 Shares 453 Views
  • - Tahun 1990‑an, dengan masuknya musik punk/hardcore internasional, generasi muda Indonesia mulai membuat band sendiri, merilis demo secara DIY, membuat fanzine (majalah fotokopi), serta membangun komunitas underground — di Jakarta, Bandung, dan kota‑kota lain. [4]
    - Punk bukan hanya musik — tapi juga bagian dari gerakan protes budaya/politik. Di masa menuju dan setelah keruntuhan rezim otoriter era Suharto, banyak punker yang mengekspresikan ketidakpuasan lewat lirik, aksi DIY, dan solidaritas underground. [5]

    Ciri khas: DIY, anti komersial, dan kolektivitas
    - Karena industri musik mainstream sulit dijangkau — dan punk sering dianggap kontroversial — komunitas punk Indonesia memilih jalur DIY: rekaman sendiri, cetak zine sendiri, gelar gig kecil/kota, barter kaset, tukar info lewat mulut ke mulut. Ini membuat street‑punk / punk underground punya nuansa otentik dan independen. [1]
    - Dari Sabang sampai Merauke, skena punk berkembang regional: tiap kota bisa punya panggung/punk house sendiri, komunitasnya sendiri, dan gaya lokal-nya sendiri. Itu membuat punk Indonesia bukan sekedar “kopi budaya Barat” — tapi adaptasi yang melebur dengan konteks lokal. [6]

    Street‑punk / punk sekarang: terus hidup meskipun tantangan
    Meski mainstream kadang menolak, penggemar punk tetap eksis. Bahkan hingga dekade 2000‑an, kancah underground terus merilis album/EP/kompilasi secara independen, dengan lirik yang sering kritis sosial/ politik — sebagai suara alternatif di luar arus pop komersial. [4]
    - Punk Indonesia pun berevolusi — tak melulu soal gitar cepat & teriakan, tapi juga musik berdansa, kolaborasi, integrasi lintas genre. Meski begitu, akar independen & kritik sosial tetap dipertahankan. [4]

    ---

    sejarah musik street punk / punk–underground di Indonesia:

    Sejarah musik street‑punk di Indonesia sesungguhnya bagian dari cerita lebih luas: lahirnya skena punk + hardcore dalam konteks perubahan sosial dan politik negeri. Walau istilah “street punk” (atau “Oi!/punk jalanan”) tak selalu dipakai secara eksplisit, semangatnya — DIY, vokal keras, lirik tentang kelas pekerja, ketidakadilan, perlawanan — jelas tumbuh sejak gelombang pertama punk lokal. [1]

    Awal dan akar punk di Indonesia
    - Punk datang ke Indonesia lewat cassette / tape / CD bajakan dari Barat — tapi tak langsung melejit. Hingga akhir 1980‑an dan awal 1990‑an, punk di Indonesia masih tersebar tipis, dan kebanyakan remaja mengenal rock…
    Kutipan:
    1. jeremywallach.com: www.jeremywallach.com/wp-content/uploads/2008/09/Living%20the%20Punk%20Lifestyle%20i.pdf?utm_source=chatgpt.com
    2. VICE: www.vice.com/en/article/uncovering-origins-punk-rock-indonesia-history/?utm_source=chatgpt.com
    3. VICE: www.vice.com/id/article/melacak-jejak-punk-masuk-ke-indonesia/?utm_source=chatgpt.com
    4. Bandcamp Daily: daily.bandcamp.com/scene-report/indonesian-punk-diy-guide?utm_source=chatgpt.com
    5. The Anarchist Library: theanarchistlibrary.org/library/kevin-dunn-one-punk-s-travel-guide-to-indonesia?utm_source=chatgpt.com
    6. SciSpace: scispace.com/pdf/punk-and-the-city-a-history-of-punk-in-bandung-272wtvsg6m.pdf?utm_source=chatgpt.com
    - Tahun 1990‑an, dengan masuknya musik punk/hardcore internasional, generasi muda Indonesia mulai membuat band sendiri, merilis demo secara DIY, membuat fanzine (majalah fotokopi), serta membangun komunitas underground — di Jakarta, Bandung, dan kota‑kota lain. [4] - Punk bukan hanya musik — tapi juga bagian dari gerakan protes budaya/politik. Di masa menuju dan setelah keruntuhan rezim otoriter era Suharto, banyak punker yang mengekspresikan ketidakpuasan lewat lirik, aksi DIY, dan solidaritas underground. [5] 🛠️ Ciri khas: DIY, anti komersial, dan kolektivitas - Karena industri musik mainstream sulit dijangkau — dan punk sering dianggap kontroversial — komunitas punk Indonesia memilih jalur DIY: rekaman sendiri, cetak zine sendiri, gelar gig kecil/kota, barter kaset, tukar info lewat mulut ke mulut. Ini membuat street‑punk / punk underground punya nuansa otentik dan independen. [1] - Dari Sabang sampai Merauke, skena punk berkembang regional: tiap kota bisa punya panggung/punk house sendiri, komunitasnya sendiri, dan gaya lokal-nya sendiri. Itu membuat punk Indonesia bukan sekedar “kopi budaya Barat” — tapi adaptasi yang melebur dengan konteks lokal. [6] 📌 Street‑punk / punk sekarang: terus hidup meskipun tantangan Meski mainstream kadang menolak, penggemar punk tetap eksis. Bahkan hingga dekade 2000‑an, kancah underground terus merilis album/EP/kompilasi secara independen, dengan lirik yang sering kritis sosial/ politik — sebagai suara alternatif di luar arus pop komersial. [4] - Punk Indonesia pun berevolusi — tak melulu soal gitar cepat & teriakan, tapi juga musik berdansa, kolaborasi, integrasi lintas genre. Meski begitu, akar independen & kritik sosial tetap dipertahankan. [4] --- sejarah musik street punk / punk–underground di Indonesia: Sejarah musik street‑punk di Indonesia sesungguhnya bagian dari cerita lebih luas: lahirnya skena punk + hardcore dalam konteks perubahan sosial dan politik negeri. Walau istilah “street punk” (atau “Oi!/punk jalanan”) tak selalu dipakai secara eksplisit, semangatnya — DIY, vokal keras, lirik tentang kelas pekerja, ketidakadilan, perlawanan — jelas tumbuh sejak gelombang pertama punk lokal. [1] 🎯 Awal dan akar punk di Indonesia - Punk datang ke Indonesia lewat cassette / tape / CD bajakan dari Barat — tapi tak langsung melejit. Hingga akhir 1980‑an dan awal 1990‑an, punk di Indonesia masih tersebar tipis, dan kebanyakan remaja mengenal rock… Kutipan: 1. jeremywallach.com: www.jeremywallach.com/wp-content/uploads/2008/09/Living%20the%20Punk%20Lifestyle%20i.pdf?utm_source=chatgpt.com 2. VICE: www.vice.com/en/article/uncovering-origins-punk-rock-indonesia-history/?utm_source=chatgpt.com 3. VICE: www.vice.com/id/article/melacak-jejak-punk-masuk-ke-indonesia/?utm_source=chatgpt.com 4. Bandcamp Daily: daily.bandcamp.com/scene-report/indonesian-punk-diy-guide?utm_source=chatgpt.com 5. The Anarchist Library: theanarchistlibrary.org/library/kevin-dunn-one-punk-s-travel-guide-to-indonesia?utm_source=chatgpt.com 6. SciSpace: scispace.com/pdf/punk-and-the-city-a-history-of-punk-in-bandung-272wtvsg6m.pdf?utm_source=chatgpt.com
    Like
    1
    0 Comments 0 Shares 914 Views
  • Bayangkan akhir 1980-an, saat gelombang punk rock mendarat di Indonesia lewat band thrash metal seperti Roxx dan Sucker Head di Pid Pub, Jakarta. Anak muda kelas menengah, terinspirasi Green Day dan Blink-182, mulai campur energi kasar punk dengan melodi manis—lahirlah melodic punk. Di Bandung, pionir seperti Rocket Rockers (debut 1997 dengan "Bila Kau Suka") dan Closehead (1997) jadi embrio, meski akarnya sudah ada sejak 1990-an awal. Mereka turunkan distorsi, tambah harmoni vokal, dan bikin lagu catchy soal patah hati remaja.

    Era 2000-an, scene meledak. Yogyakarta ikut ramai dengan Endank Soekamti ("melodic soekamti" ala mereka), sementara Bali punya Superman Is Dead yang campur reggae-punk. Band seperti Pee Wee Gaskins, Last Child, dan Stand Here Alone bikin pop punk melodic jadi hits festival, dari underground ke YouTube. Komunitas festival independen dan kompilasi album seperti yang direkam di era itu, dorong evolusi—dari raw punk ke sound lebih populer, tapi tetap rebel.

    Hari ini, melodic punk hidup di Bandung-Yogya, dengan band baru cover klasik dan eksperimen digital. Meski tantangannya banyak, genre ini tetep inspirasi anak muda, bukti punk lokal adaptif dan abadi.

    Sumber: Radar Banyuwangi (2025), VICE Indonesia (2019), Kompasiana (2024), Blog Zenlik Herman (2013).
    Bayangkan akhir 1980-an, saat gelombang punk rock mendarat di Indonesia lewat band thrash metal seperti Roxx dan Sucker Head di Pid Pub, Jakarta. Anak muda kelas menengah, terinspirasi Green Day dan Blink-182, mulai campur energi kasar punk dengan melodi manis—lahirlah melodic punk. Di Bandung, pionir seperti Rocket Rockers (debut 1997 dengan "Bila Kau Suka") dan Closehead (1997) jadi embrio, meski akarnya sudah ada sejak 1990-an awal. Mereka turunkan distorsi, tambah harmoni vokal, dan bikin lagu catchy soal patah hati remaja. Era 2000-an, scene meledak. Yogyakarta ikut ramai dengan Endank Soekamti ("melodic soekamti" ala mereka), sementara Bali punya Superman Is Dead yang campur reggae-punk. Band seperti Pee Wee Gaskins, Last Child, dan Stand Here Alone bikin pop punk melodic jadi hits festival, dari underground ke YouTube. Komunitas festival independen dan kompilasi album seperti yang direkam di era itu, dorong evolusi—dari raw punk ke sound lebih populer, tapi tetap rebel. Hari ini, melodic punk hidup di Bandung-Yogya, dengan band baru cover klasik dan eksperimen digital. Meski tantangannya banyak, genre ini tetep inspirasi anak muda, bukti punk lokal adaptif dan abadi. Sumber: Radar Banyuwangi (2025), VICE Indonesia (2019), Kompasiana (2024), Blog Zenlik Herman (2013).
    Like
    1
    0 Comments 0 Shares 701 Views
  • Oi! muncul di akhir 1970-an di Inggris sebagai suara marah kelas pekerja. Dipelopori oleh band seperti Cockney Rejects, Sham 69, dan The 4-Skins, Oi! memadukan semangat mentah punk dengan gaya skinhead—bukan yang rasis, tapi versi awal yang cinta musik Jamaika, sepak bola, dan solidaritas buruh. Nama "Oi!" dipopulerkan oleh jurnalis Garry Bushell, yang melihat ini sebagai “punk untuk orang biasa”, bukan punk art-school.

    Musiknya keras, simpel, anthemik, dan liriknya tentang realita jalanan: kerja, minum, loyalitas, perlawanan. Meski Oi! sempat tercoreng karena disusupi kelompok sayap kanan, banyak band (seperti Angelic Upstarts & The Oppressed) justru anti-fasis dan pro-kiri.

    Oi! kemudian menyebar ke seluruh dunia: Jerman, Jepang, Indonesia, AS. Band seperti Dropkick Murphys dan Booze & Glory mewarisi semangatnya hari ini.

    Album penting:
    - Oi! The Album (kompilasi, 1980)
    - Greatest Hits Vol. 1 – Cockney Rejects
    - Teenage Warning – Angelic Upstarts
    - The Good, the Bad & the 4-Skins – The 4-Skins

    Sumber valid:
    - Garry Bushell – “Time For Action”
    - BBC Docs: “Punk Britannia”
    - LouderThanWar
    - AllMusic
    Oi! muncul di akhir 1970-an di Inggris sebagai suara marah kelas pekerja. Dipelopori oleh band seperti Cockney Rejects, Sham 69, dan The 4-Skins, Oi! memadukan semangat mentah punk dengan gaya skinhead—bukan yang rasis, tapi versi awal yang cinta musik Jamaika, sepak bola, dan solidaritas buruh. Nama "Oi!" dipopulerkan oleh jurnalis Garry Bushell, yang melihat ini sebagai “punk untuk orang biasa”, bukan punk art-school. Musiknya keras, simpel, anthemik, dan liriknya tentang realita jalanan: kerja, minum, loyalitas, perlawanan. Meski Oi! sempat tercoreng karena disusupi kelompok sayap kanan, banyak band (seperti Angelic Upstarts & The Oppressed) justru anti-fasis dan pro-kiri. Oi! kemudian menyebar ke seluruh dunia: Jerman, Jepang, Indonesia, AS. Band seperti Dropkick Murphys dan Booze & Glory mewarisi semangatnya hari ini. Album penting: - Oi! The Album (kompilasi, 1980) - Greatest Hits Vol. 1 – Cockney Rejects - Teenage Warning – Angelic Upstarts - The Good, the Bad & the 4-Skins – The 4-Skins Sumber valid: - Garry Bushell – “Time For Action” - BBC Docs: “Punk Britannia” - LouderThanWar - AllMusic
    Like
    Wow
    2
    0 Comments 0 Shares 344 Views
More Results
MusiXzen https://musixzen.com