Căutare
Descoperă oameni noi, creează noi conexiuni și faceti-va noi prieteni
-
0 Commentarii 0 Distribuiri 104 Views1
Vă rugăm să vă autentificați pentru a vă dori, partaja și comenta! -
#blabbermouth #megadeth #martyfriedman
BLABBERMOUTH.NETMARTY FRIEDMAN On Leaving MEGADETH: 'I Had Nothing Left To Give The Band, And They Had Nothing Left For Me'From mastering the language to becoming a force in the Japanese music scene, former MEGADETH guitarist Marty Friedman has called Japan his home for over two decades. On the latest episode of Kylie Olsson's YouTube show "Life In Six Strings", Marty shows us a side of Japan that most people never see....0 Commentarii 0 Distribuiri 175 Views1
-
#megadeth #acoustic #metal #symphonyofdestruction #acousticmetal0 Commentarii 0 Distribuiri 197 Views1
-
Gema Distorsi Nusantara: Evolusi dan Eksistensi Metal Indonesia (2014-2024)
Satu dekade terakhir (2014-2024) menandai era di mana musik cadas di Indonesia tidak lagi sekadar menjadi gerakan underground, melainkan sebuah industri kreatif yang mapan dan diakui secara global. Indonesia kini dianggap sebagai salah satu "kiblat" musik metal di Asia, dengan basis massa yang fanatik dan regenerasi musisi yang sehat.
Dari Garut ke Glastonbury: Fenomena Global
Salah satu sorotan terbesar dalam 10 tahun terakhir adalah kemunculan Voice of Baceprot (VoB). Trio metal asal Garut ini mematahkan stereotip global tentang perempuan Muslim dan musik keras. Keberhasilan mereka menembus panggung Wacken Open Air (Jerman) hingga Glastonbury (Inggris) membuktikan bahwa narasi metal Indonesia kini memiliki nilai sosiokultural yang unik. VoB bukan hanya bermusik, mereka membawa pesan pemberdayaan yang resonansinya terdengar hingga ke Eropa dan Amerika.
Legenda yang Bertahan dan Regenerasi
Band veteran seperti Burgerkill dan Deadsquad tetap menjadi lokomotif pergerakan. Meskipun Burgerkill harus kehilangan sang pendiri, Aries "Ebenz" Tanto, pada 2021, mereka membuktikan profesionalisme dengan terus berkarya dan melakukan tur Eropa. Sementara itu, Deadsquad dengan album Catharsis (2022) menunjukkan eksplorasi Technical Death Metal yang semakin modern meski kerap mengalami pergantian personel.
Di ranah yang lebih ekstrem, Indonesian Death Metal (IDDM) tetap menjadi komoditas ekspor yang kuat. Band-band seperti Viscral dan Jasad terus menjaga api brutalitas yang teknikal. Di sisi lain, sub-genre post-metal dan blackgaze mulai mendapat tempat di kalangan anak muda urban melalui band seperti Avhath, yang sukses mengawinkan estetika visual modern dengan kegelapan musik black metal.
Infrastruktur Festival: Hammersonic
Dekade ini juga mengukuhkan Hammersonic Festival sebagai festival metal terbesar di Asia Tenggara. Keberhasilan mendatangkan raksasa dunia seperti Slipknot (2023) dan Megadeth menunjukkan bahwa Indonesia memiliki infrastruktur promotor dan daya beli tiket yang kompetitif di mata manajemen artis internasional.
Kesimpulan
Dalam sepuluh tahun terakhir, metal Indonesia telah bertransformasi. Ia tidak lagi sekadar "musik berisik", melainkan sebuah ekosistem yang profesional. Dengan perpaduan antara kearifan lokal, kualitas produksi yang setara standar internasional, dan dukungan komunitas yang masif, metal Indonesia kini berdiri sejajar di peta musik keras dunia.
Daftar Pustaka
Wallach, J. (2008). Modern Noise, Fluid Genres: Popular Music in Indonesia, 1997–2001. University of Wisconsin Press. (Sebagai referensi landasan sosiologis perkembangan musik keras di Indonesia).
NME. (2021). "Voice Of Baceprot: the Indonesian metal band fighting for freedom". NME Asia. Diakses dari nme.com.
Rolling Stone Indonesia. (2016). Arsip Liputan Khusus: Peta Musik Cadas Nusantara. Jakarta: Rolling Stone.
Hidayat, R. (2023). "Dinamika Industri Musik Metal Pasca-Pandemi di Indonesia". Jurnal Seni dan Budaya Urban, Vol. 5, No. 2, hlm. 112-125.
Hammersonic Official. (2023). Hammersonic Festival 2023: Rise of The Empire Post-Event Report. Jakarta: Ravel Entertainment.Gema Distorsi Nusantara: Evolusi dan Eksistensi Metal Indonesia (2014-2024) Satu dekade terakhir (2014-2024) menandai era di mana musik cadas di Indonesia tidak lagi sekadar menjadi gerakan underground, melainkan sebuah industri kreatif yang mapan dan diakui secara global. Indonesia kini dianggap sebagai salah satu "kiblat" musik metal di Asia, dengan basis massa yang fanatik dan regenerasi musisi yang sehat. Dari Garut ke Glastonbury: Fenomena Global Salah satu sorotan terbesar dalam 10 tahun terakhir adalah kemunculan Voice of Baceprot (VoB). Trio metal asal Garut ini mematahkan stereotip global tentang perempuan Muslim dan musik keras. Keberhasilan mereka menembus panggung Wacken Open Air (Jerman) hingga Glastonbury (Inggris) membuktikan bahwa narasi metal Indonesia kini memiliki nilai sosiokultural yang unik. VoB bukan hanya bermusik, mereka membawa pesan pemberdayaan yang resonansinya terdengar hingga ke Eropa dan Amerika. Legenda yang Bertahan dan Regenerasi Band veteran seperti Burgerkill dan Deadsquad tetap menjadi lokomotif pergerakan. Meskipun Burgerkill harus kehilangan sang pendiri, Aries "Ebenz" Tanto, pada 2021, mereka membuktikan profesionalisme dengan terus berkarya dan melakukan tur Eropa. Sementara itu, Deadsquad dengan album Catharsis (2022) menunjukkan eksplorasi Technical Death Metal yang semakin modern meski kerap mengalami pergantian personel. Di ranah yang lebih ekstrem, Indonesian Death Metal (IDDM) tetap menjadi komoditas ekspor yang kuat. Band-band seperti Viscral dan Jasad terus menjaga api brutalitas yang teknikal. Di sisi lain, sub-genre post-metal dan blackgaze mulai mendapat tempat di kalangan anak muda urban melalui band seperti Avhath, yang sukses mengawinkan estetika visual modern dengan kegelapan musik black metal. Infrastruktur Festival: Hammersonic Dekade ini juga mengukuhkan Hammersonic Festival sebagai festival metal terbesar di Asia Tenggara. Keberhasilan mendatangkan raksasa dunia seperti Slipknot (2023) dan Megadeth menunjukkan bahwa Indonesia memiliki infrastruktur promotor dan daya beli tiket yang kompetitif di mata manajemen artis internasional. Kesimpulan Dalam sepuluh tahun terakhir, metal Indonesia telah bertransformasi. Ia tidak lagi sekadar "musik berisik", melainkan sebuah ekosistem yang profesional. Dengan perpaduan antara kearifan lokal, kualitas produksi yang setara standar internasional, dan dukungan komunitas yang masif, metal Indonesia kini berdiri sejajar di peta musik keras dunia. Daftar Pustaka Wallach, J. (2008). Modern Noise, Fluid Genres: Popular Music in Indonesia, 1997–2001. University of Wisconsin Press. (Sebagai referensi landasan sosiologis perkembangan musik keras di Indonesia). NME. (2021). "Voice Of Baceprot: the Indonesian metal band fighting for freedom". NME Asia. Diakses dari nme.com. Rolling Stone Indonesia. (2016). Arsip Liputan Khusus: Peta Musik Cadas Nusantara. Jakarta: Rolling Stone. Hidayat, R. (2023). "Dinamika Industri Musik Metal Pasca-Pandemi di Indonesia". Jurnal Seni dan Budaya Urban, Vol. 5, No. 2, hlm. 112-125. Hammersonic Official. (2023). Hammersonic Festival 2023: Rise of The Empire Post-Event Report. Jakarta: Ravel Entertainment.1 Commentarii 0 Distribuiri 626 Views -
Dirk's version is mindblowing.
https://youtu.be/tbUYVcaF_l0?si=Xwx_ZeKdudvYfEOo
#drum #thekillers #megadethDirk's version is mindblowing. ▶️ https://youtu.be/tbUYVcaF_l0?si=Xwx_ZeKdudvYfEOo #drum #thekillers #megadeth0 Commentarii 0 Distribuiri 219 Views
2