• #oldsongs #goodsoundtillnow #punknotdead
    #oldsongs #goodsoundtillnow #punknotdead
    WWW.GRUNGE.COM
    5 Rock Songs From 1976 That Sound Even Cooler Today - Grunge
    Fans of rock music were spoilt for choice in 1976, but from the Sex Pistols to Boston, these once-groundbreaking and iconic tunes have aged like fine wine.
    Like
    1
    0 Commentarios 0 Acciones 356 Views
  • Listen
    We’ve had our run and we burned it all away
    So many excuses when things were going nowhere
    Enough
    Self-lie is a curse, I guess
    A cringey life of make-believes
    I won’t do it all over again

    So, cheers
    To the ever-changing happiness
    To dreams of near and far
    And a decade of playing

    It’s high time to let it go
    And just stumble in our own funny ways
    Bigotry ruined it, I guess
    And it is rather timely
    Zealotry is not for me

    So, cheers
    Hope you find your happiness
    Hope it isn’t far
    And you’ll be smiling on your way

    #fastcrash #fastcrashrock #punkrock

    https://youtu.be/07A8HSL-7R8?si=TY1j1ASxxTSGktpL
    Listen We’ve had our run and we burned it all away So many excuses when things were going nowhere Enough Self-lie is a curse, I guess A cringey life of make-believes I won’t do it all over again So, cheers To the ever-changing happiness To dreams of near and far And a decade of playing It’s high time to let it go And just stumble in our own funny ways Bigotry ruined it, I guess And it is rather timely Zealotry is not for me So, cheers Hope you find your happiness Hope it isn’t far And you’ll be smiling on your way #fastcrash #fastcrashrock #punkrock https://youtu.be/07A8HSL-7R8?si=TY1j1ASxxTSGktpL
    Wow
    1
    0 Commentarios 0 Acciones 514 Views
  • Noisy little world
    A cesspool of “facts” and opinions
    “Hear me out; I'm your source of truth”
    Faking, flexing, influencing freaking who?
    We’re just dumbing down together

    Thumbs up, suck up, pride up
    Doses of fake happiness shots
    “Validate me or I’ll feel blue”
    Desperate twerking for five minutes of fame
    We’re going down together

    “Social” now means damn superficial
    What is it that we’re chasing all along?
    So, tell me, is it all worth faking for?

    Be free!
    Be irrelevant!
    Unmask ourselves

    Filtered pixels or avatars?
    Don’t forget who we really are

    Illusion of grandeur
    We’re not the center of the universe

    Be free!
    Be irrelevant!

    #fastcrash #fastcrashrock #punkrock

    https://youtu.be/xQZHtpoKswU?si=otVuf5cAkxxolHlY
    Noisy little world A cesspool of “facts” and opinions “Hear me out; I'm your source of truth” Faking, flexing, influencing freaking who? We’re just dumbing down together Thumbs up, suck up, pride up Doses of fake happiness shots “Validate me or I’ll feel blue” Desperate twerking for five minutes of fame We’re going down together “Social” now means damn superficial What is it that we’re chasing all along? So, tell me, is it all worth faking for? Be free! Be irrelevant! Unmask ourselves Filtered pixels or avatars? Don’t forget who we really are Illusion of grandeur We’re not the center of the universe Be free! Be irrelevant! #fastcrash #fastcrashrock #punkrock https://youtu.be/xQZHtpoKswU?si=otVuf5cAkxxolHlY
    Wow
    1
    0 Commentarios 0 Acciones 545 Views
  • New wave muncul akhir 1970-an sebagai evolusi dari punk—lebih rapi, eksperimental, dan ramah radio. Berasal dari Inggris dan AS, genre ini mencampur elemen punk, pop, elektronik, dan art rock. Band seperti Talking Heads, Elvis Costello, dan Blondie jadi pionir awal, membawa energi punk tapi dengan pendekatan lebih cerdas dan gaya yang nyentrik.

    Masuk 1980-an, synthesizer dan drum machine jadi ciri khas. Muncul gelombang band seperti Depeche Mode, The Cure, dan Duran Duran yang menggabungkan visual nyentrik (cocok untuk MTV) dengan musik catchy dan melankolis. New wave juga membuka jalan bagi synth-pop, goth, dan indie pop di dekade berikutnya.

    Lebih dari genre, new wave adalah estetika: warna neon, gaya androgini, dan suara yang futuristik tapi tetap pop.

    Album penting:
    - Remain in Light – Talking Heads
    - Parallel Lines – Blondie
    - Unknown Pleasures – Joy Division (post-punk/new wave crossover)
    - Some Great Reward – Depeche Mode

    Sumber kredibel:
    - Rip It Up and Start Again – Simon Reynolds
    - AllMusic.com
    - BBC: “Synth Britannia”
    - Pitchfork History Series
    New wave muncul akhir 1970-an sebagai evolusi dari punk—lebih rapi, eksperimental, dan ramah radio. Berasal dari Inggris dan AS, genre ini mencampur elemen punk, pop, elektronik, dan art rock. Band seperti Talking Heads, Elvis Costello, dan Blondie jadi pionir awal, membawa energi punk tapi dengan pendekatan lebih cerdas dan gaya yang nyentrik. Masuk 1980-an, synthesizer dan drum machine jadi ciri khas. Muncul gelombang band seperti Depeche Mode, The Cure, dan Duran Duran yang menggabungkan visual nyentrik (cocok untuk MTV) dengan musik catchy dan melankolis. New wave juga membuka jalan bagi synth-pop, goth, dan indie pop di dekade berikutnya. Lebih dari genre, new wave adalah estetika: warna neon, gaya androgini, dan suara yang futuristik tapi tetap pop. Album penting: - Remain in Light – Talking Heads - Parallel Lines – Blondie - Unknown Pleasures – Joy Division (post-punk/new wave crossover) - Some Great Reward – Depeche Mode Sumber kredibel: - Rip It Up and Start Again – Simon Reynolds - AllMusic.com - BBC: “Synth Britannia” - Pitchfork History Series
    Like
    Wow
    2
    0 Commentarios 0 Acciones 457 Views
  • Post-punk lahir di Inggris akhir 1970-an saat punk mulai stagnan. Band-band seperti Joy Division, Public Image Ltd., dan Siouxsie and the Banshees ingin sesuatu yang lebih gelap, eksperimental, dan atmosferik. Mereka tetap membawa semangat DIY punk, tapi memadukannya dengan dub, elektronik, avant-garde, dan bahkan jazz. Gitar yang tajam, bass dominan, dan drum yang kaku jadi ciri khasnya—suasana lebih muram, introspektif, dan intelektual.

    Gerakan ini bukan cuma soal musik, tapi juga sikap: anti-komersial, penuh kritik sosial, dan estetika minim tapi kuat. Di AS, post-punk berkembang lewat Talking Heads, Television, dan Sonic Youth. Tahun '80-an, post-punk berevolusi menjadi goth rock, new wave, hingga indie rock. Hari ini, band seperti Interpol, Savages, dan IDLES membawa semangat post-punk ke generasi baru.

    Album penting:
    - Unknown Pleasures – Joy Division
    - Metal Box – Public Image Ltd.
    - Entertainment! – Gang of Four
    - Remain in Light – Talking Heads

    Sumber valid:
    - Simon Reynolds – "Rip It Up and Start Again"
    - AllMusic
    - The Quietus
    - Pitchfork
    Post-punk lahir di Inggris akhir 1970-an saat punk mulai stagnan. Band-band seperti Joy Division, Public Image Ltd., dan Siouxsie and the Banshees ingin sesuatu yang lebih gelap, eksperimental, dan atmosferik. Mereka tetap membawa semangat DIY punk, tapi memadukannya dengan dub, elektronik, avant-garde, dan bahkan jazz. Gitar yang tajam, bass dominan, dan drum yang kaku jadi ciri khasnya—suasana lebih muram, introspektif, dan intelektual. Gerakan ini bukan cuma soal musik, tapi juga sikap: anti-komersial, penuh kritik sosial, dan estetika minim tapi kuat. Di AS, post-punk berkembang lewat Talking Heads, Television, dan Sonic Youth. Tahun '80-an, post-punk berevolusi menjadi goth rock, new wave, hingga indie rock. Hari ini, band seperti Interpol, Savages, dan IDLES membawa semangat post-punk ke generasi baru. Album penting: - Unknown Pleasures – Joy Division - Metal Box – Public Image Ltd. - Entertainment! – Gang of Four - Remain in Light – Talking Heads Sumber valid: - Simon Reynolds – "Rip It Up and Start Again" - AllMusic - The Quietus - Pitchfork
    Like
    Wow
    2
    0 Commentarios 0 Acciones 554 Views
  • *KMF UI NITE* vol.5: RAWK & LIFE,
    *27th Anniversary* (growing since 1998 until Now)

    *When?*
    *Sabtu, 6 Desember 2025,*

    *Venue* : @ Rumah Sanetti (Grand Depok City) Depok, Jabar *, *lihat gmap dibawah*

    *start: 14.00 - 22.00 wib

    , No outside F&B allowed, No Drugs, No Guns&Knife, No Animal Pet, No Fights, No SARA, PEACE & JoY the music crowds... free entry and free for all alumni fisip ui.. there will be booth music tools & merchandise*(TBA)

    *Link venue Rumah Sanetti* : https://share.google/6XP9w1UrOOOCmrT4G
    *KMF UI NITE* vol.5: RAWK & LIFE, *27th Anniversary* (growing since 1998 until Now) *When?* *Sabtu, 6 Desember 2025,* *Venue* : @ Rumah Sanetti (Grand Depok City) Depok, Jabar *, *lihat gmap dibawah* *start: 14.00 - 22.00 wib , No outside F&B allowed, No Drugs, No Guns&Knife, No Animal Pet, No Fights, No SARA, PEACE & JoY the music crowds... free entry and free for all alumni fisip ui.. there will be booth music tools & merchandise*(TBA) *Link venue Rumah Sanetti* : https://share.google/6XP9w1UrOOOCmrT4G
    0 Commentarios 0 Acciones 207 Views
  • Revolusi Metal Indonesia Akhir 2025: Fusi Etnis-Djent dan Cyber-Metal Dominasi Panggung Bawah Tanah

    Hingga akhir November 2025, lanskap musik cadas Indonesia tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Sebaliknya, skena metal nasional sedang mengalami "Renaisans Digital" yang menggabungkan agresivitas distorsi dengan teknologi dan identitas budaya yang kuat. Data streaming dan penjualan tiket festival sepanjang Kuartal IV 2025 menunjukkan bahwa metal bukan lagi sekadar musik pinggiran, melainkan komoditas budaya ekspor utama Indonesia.

    Terdapat tiga tren dominan yang menguasai ekosistem metal Indonesia bulan ini:

    1. Kebangkitan "Nusantara Djent" (Ethno-Prog Metal)
    Jika beberapa tahun lalu penggabungan gamelan dan metal masih dianggap gimmick, pada November 2025, sub-genre ini telah matang menjadi identitas suara yang serius. Band-band beraliran progressive metal dan djent (sub-genre dengan ciri khas gitar senar 7/8 dan ritme sinkopasi kompleks) kini memadukan breakdown berat dengan tangga nada pentatonik Slendro dan Pelog.
    Band seperti Voice of Baceprot (VOB) yang kini beranjak dewasa merilis album eksperimental yang menduduki Top Chart iTunes Metal di 15 negara Eropa. Di level underground, kolektif musik dari Yogyakarta dan Bali yang menggabungkan tech-death dengan instrumen bambu mencatatkan jutaan stream. Metal Indonesia di tahun 2025 terdengar sangat modern namun sangat tradisional secara bersamaan.

    2. Invasi Cyber-Metal dan Estetika Futuris
    Dipengaruhi oleh budaya gaming dan sci-fi, gelombang baru band metalcore Indonesia mengadopsi estetika "Cyberpunk". Band-band ini tidak lagi tampil dengan kaos hitam polos, melainkan kostum taktis, topeng LED, dan visual panggung holografik.
    Secara musikal, mereka menyuntikkan elemen synthesizer, glitch, dan industrial noise ke dalam riff gitar yang berat. Festival "Jakarta Sonicfair 2025" yang digelar pertengahan November menjadi etalase utama tren ini, di mana moshpit dipenuhi oleh penonton Gen Z yang merayakan metal sebagai musik masa depan, bukan masa lalu.

    3. Konsolidasi Skena Lokal dan Tur Global
    November 2025 juga mencatat rekor jumlah band metal Indonesia yang sedang menjalani tur internasional. Tidak hanya band besar seperti Burgerkill atau Deadsquad, band-band emerging dari kota lapis kedua seperti Solo, Malang, dan Medan sukses menggelar tur mandiri di Jepang dan Australia. Hal ini membuktikan bahwa infrastruktur manajerial band metal lokal semakin profesional. Penjualan merchandise fisik (vinyl dan kaset pita) juga melonjak tajam, menjadi simbol status "keren" baru bagi anak muda yang bahkan bukan metalhead murni.

    Singkatnya, tren metal hingga akhir November 2025 adalah tentang hibriditas: percampuran antara akar budaya lokal dengan produksi suara digital ultra-modern. Metal Indonesia tidak lagi berkiblat ke Barat, melainkan menciptakan poros kekuatan barunya sendiri di Asia.

    Daftar Pustaka

    Blabbermouth.net. (2025). The Rise of 'Nusantara Djent': How Indonesia is Redefining Progressive Metal. Diakses 28 November 2025.

    Hai Online. (2025). Review Festival: Jakarta Sonicfair 2025 dan Wajah Baru Cyber-Metal Lokal. Jakarta: Grid Network.

    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. (2025). Laporan Ekonomi Kreatif Subsektor Musik: Ekspor Musik Keras Q3-Q4 2025. Jakarta: Kemenparekraf.

    Metal Hammer UK. (2025). Global Metal Report: Why Indonesia is The Most Exciting Scene Right Now. London: Future Publishing.

    Spotify for Artists. (2025). Genre Trends Indonesia: Growth of Modern Metal & Core Genres November 2025. Diakses 29 November 2025, dari https://artists.spotify.com/insights
    Revolusi Metal Indonesia Akhir 2025: Fusi Etnis-Djent dan Cyber-Metal Dominasi Panggung Bawah Tanah Hingga akhir November 2025, lanskap musik cadas Indonesia tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Sebaliknya, skena metal nasional sedang mengalami "Renaisans Digital" yang menggabungkan agresivitas distorsi dengan teknologi dan identitas budaya yang kuat. Data streaming dan penjualan tiket festival sepanjang Kuartal IV 2025 menunjukkan bahwa metal bukan lagi sekadar musik pinggiran, melainkan komoditas budaya ekspor utama Indonesia. Terdapat tiga tren dominan yang menguasai ekosistem metal Indonesia bulan ini: 1. Kebangkitan "Nusantara Djent" (Ethno-Prog Metal) Jika beberapa tahun lalu penggabungan gamelan dan metal masih dianggap gimmick, pada November 2025, sub-genre ini telah matang menjadi identitas suara yang serius. Band-band beraliran progressive metal dan djent (sub-genre dengan ciri khas gitar senar 7/8 dan ritme sinkopasi kompleks) kini memadukan breakdown berat dengan tangga nada pentatonik Slendro dan Pelog. Band seperti Voice of Baceprot (VOB) yang kini beranjak dewasa merilis album eksperimental yang menduduki Top Chart iTunes Metal di 15 negara Eropa. Di level underground, kolektif musik dari Yogyakarta dan Bali yang menggabungkan tech-death dengan instrumen bambu mencatatkan jutaan stream. Metal Indonesia di tahun 2025 terdengar sangat modern namun sangat tradisional secara bersamaan. 2. Invasi Cyber-Metal dan Estetika Futuris Dipengaruhi oleh budaya gaming dan sci-fi, gelombang baru band metalcore Indonesia mengadopsi estetika "Cyberpunk". Band-band ini tidak lagi tampil dengan kaos hitam polos, melainkan kostum taktis, topeng LED, dan visual panggung holografik. Secara musikal, mereka menyuntikkan elemen synthesizer, glitch, dan industrial noise ke dalam riff gitar yang berat. Festival "Jakarta Sonicfair 2025" yang digelar pertengahan November menjadi etalase utama tren ini, di mana moshpit dipenuhi oleh penonton Gen Z yang merayakan metal sebagai musik masa depan, bukan masa lalu. 3. Konsolidasi Skena Lokal dan Tur Global November 2025 juga mencatat rekor jumlah band metal Indonesia yang sedang menjalani tur internasional. Tidak hanya band besar seperti Burgerkill atau Deadsquad, band-band emerging dari kota lapis kedua seperti Solo, Malang, dan Medan sukses menggelar tur mandiri di Jepang dan Australia. Hal ini membuktikan bahwa infrastruktur manajerial band metal lokal semakin profesional. Penjualan merchandise fisik (vinyl dan kaset pita) juga melonjak tajam, menjadi simbol status "keren" baru bagi anak muda yang bahkan bukan metalhead murni. Singkatnya, tren metal hingga akhir November 2025 adalah tentang hibriditas: percampuran antara akar budaya lokal dengan produksi suara digital ultra-modern. Metal Indonesia tidak lagi berkiblat ke Barat, melainkan menciptakan poros kekuatan barunya sendiri di Asia. Daftar Pustaka Blabbermouth.net. (2025). The Rise of 'Nusantara Djent': How Indonesia is Redefining Progressive Metal. Diakses 28 November 2025. Hai Online. (2025). Review Festival: Jakarta Sonicfair 2025 dan Wajah Baru Cyber-Metal Lokal. Jakarta: Grid Network. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. (2025). Laporan Ekonomi Kreatif Subsektor Musik: Ekspor Musik Keras Q3-Q4 2025. Jakarta: Kemenparekraf. Metal Hammer UK. (2025). Global Metal Report: Why Indonesia is The Most Exciting Scene Right Now. London: Future Publishing. Spotify for Artists. (2025). Genre Trends Indonesia: Growth of Modern Metal & Core Genres November 2025. Diakses 29 November 2025, dari https://artists.spotify.com/insights
    ARTISTS.SPOTIFY.COM
    Not found – Spotify for Artists
    Get more out of Spotify with tools & tips for artists and their teams.
    0 Commentarios 0 Acciones 760 Views
MusiXzen https://musixzen.com