• #magnesence #band #poprock #kmfui27tahun #kmfalumni
    #magnesence #band #poprock #kmfui27tahun #kmfalumni
    0 Yorumlar 0 hisse senetleri 436 Views
  • - Tahun 1990‑an, dengan masuknya musik punk/hardcore internasional, generasi muda Indonesia mulai membuat band sendiri, merilis demo secara DIY, membuat fanzine (majalah fotokopi), serta membangun komunitas underground — di Jakarta, Bandung, dan kota‑kota lain. [4]
    - Punk bukan hanya musik — tapi juga bagian dari gerakan protes budaya/politik. Di masa menuju dan setelah keruntuhan rezim otoriter era Suharto, banyak punker yang mengekspresikan ketidakpuasan lewat lirik, aksi DIY, dan solidaritas underground. [5]

    Ciri khas: DIY, anti komersial, dan kolektivitas
    - Karena industri musik mainstream sulit dijangkau — dan punk sering dianggap kontroversial — komunitas punk Indonesia memilih jalur DIY: rekaman sendiri, cetak zine sendiri, gelar gig kecil/kota, barter kaset, tukar info lewat mulut ke mulut. Ini membuat street‑punk / punk underground punya nuansa otentik dan independen. [1]
    - Dari Sabang sampai Merauke, skena punk berkembang regional: tiap kota bisa punya panggung/punk house sendiri, komunitasnya sendiri, dan gaya lokal-nya sendiri. Itu membuat punk Indonesia bukan sekedar “kopi budaya Barat” — tapi adaptasi yang melebur dengan konteks lokal. [6]

    Street‑punk / punk sekarang: terus hidup meskipun tantangan
    Meski mainstream kadang menolak, penggemar punk tetap eksis. Bahkan hingga dekade 2000‑an, kancah underground terus merilis album/EP/kompilasi secara independen, dengan lirik yang sering kritis sosial/ politik — sebagai suara alternatif di luar arus pop komersial. [4]
    - Punk Indonesia pun berevolusi — tak melulu soal gitar cepat & teriakan, tapi juga musik berdansa, kolaborasi, integrasi lintas genre. Meski begitu, akar independen & kritik sosial tetap dipertahankan. [4]

    ---

    sejarah musik street punk / punk–underground di Indonesia:

    Sejarah musik street‑punk di Indonesia sesungguhnya bagian dari cerita lebih luas: lahirnya skena punk + hardcore dalam konteks perubahan sosial dan politik negeri. Walau istilah “street punk” (atau “Oi!/punk jalanan”) tak selalu dipakai secara eksplisit, semangatnya — DIY, vokal keras, lirik tentang kelas pekerja, ketidakadilan, perlawanan — jelas tumbuh sejak gelombang pertama punk lokal. [1]

    Awal dan akar punk di Indonesia
    - Punk datang ke Indonesia lewat cassette / tape / CD bajakan dari Barat — tapi tak langsung melejit. Hingga akhir 1980‑an dan awal 1990‑an, punk di Indonesia masih tersebar tipis, dan kebanyakan remaja mengenal rock…
    Kutipan:
    1. jeremywallach.com: www.jeremywallach.com/wp-content/uploads/2008/09/Living%20the%20Punk%20Lifestyle%20i.pdf?utm_source=chatgpt.com
    2. VICE: www.vice.com/en/article/uncovering-origins-punk-rock-indonesia-history/?utm_source=chatgpt.com
    3. VICE: www.vice.com/id/article/melacak-jejak-punk-masuk-ke-indonesia/?utm_source=chatgpt.com
    4. Bandcamp Daily: daily.bandcamp.com/scene-report/indonesian-punk-diy-guide?utm_source=chatgpt.com
    5. The Anarchist Library: theanarchistlibrary.org/library/kevin-dunn-one-punk-s-travel-guide-to-indonesia?utm_source=chatgpt.com
    6. SciSpace: scispace.com/pdf/punk-and-the-city-a-history-of-punk-in-bandung-272wtvsg6m.pdf?utm_source=chatgpt.com
    - Tahun 1990‑an, dengan masuknya musik punk/hardcore internasional, generasi muda Indonesia mulai membuat band sendiri, merilis demo secara DIY, membuat fanzine (majalah fotokopi), serta membangun komunitas underground — di Jakarta, Bandung, dan kota‑kota lain. [4] - Punk bukan hanya musik — tapi juga bagian dari gerakan protes budaya/politik. Di masa menuju dan setelah keruntuhan rezim otoriter era Suharto, banyak punker yang mengekspresikan ketidakpuasan lewat lirik, aksi DIY, dan solidaritas underground. [5] 🛠️ Ciri khas: DIY, anti komersial, dan kolektivitas - Karena industri musik mainstream sulit dijangkau — dan punk sering dianggap kontroversial — komunitas punk Indonesia memilih jalur DIY: rekaman sendiri, cetak zine sendiri, gelar gig kecil/kota, barter kaset, tukar info lewat mulut ke mulut. Ini membuat street‑punk / punk underground punya nuansa otentik dan independen. [1] - Dari Sabang sampai Merauke, skena punk berkembang regional: tiap kota bisa punya panggung/punk house sendiri, komunitasnya sendiri, dan gaya lokal-nya sendiri. Itu membuat punk Indonesia bukan sekedar “kopi budaya Barat” — tapi adaptasi yang melebur dengan konteks lokal. [6] 📌 Street‑punk / punk sekarang: terus hidup meskipun tantangan Meski mainstream kadang menolak, penggemar punk tetap eksis. Bahkan hingga dekade 2000‑an, kancah underground terus merilis album/EP/kompilasi secara independen, dengan lirik yang sering kritis sosial/ politik — sebagai suara alternatif di luar arus pop komersial. [4] - Punk Indonesia pun berevolusi — tak melulu soal gitar cepat & teriakan, tapi juga musik berdansa, kolaborasi, integrasi lintas genre. Meski begitu, akar independen & kritik sosial tetap dipertahankan. [4] --- sejarah musik street punk / punk–underground di Indonesia: Sejarah musik street‑punk di Indonesia sesungguhnya bagian dari cerita lebih luas: lahirnya skena punk + hardcore dalam konteks perubahan sosial dan politik negeri. Walau istilah “street punk” (atau “Oi!/punk jalanan”) tak selalu dipakai secara eksplisit, semangatnya — DIY, vokal keras, lirik tentang kelas pekerja, ketidakadilan, perlawanan — jelas tumbuh sejak gelombang pertama punk lokal. [1] 🎯 Awal dan akar punk di Indonesia - Punk datang ke Indonesia lewat cassette / tape / CD bajakan dari Barat — tapi tak langsung melejit. Hingga akhir 1980‑an dan awal 1990‑an, punk di Indonesia masih tersebar tipis, dan kebanyakan remaja mengenal rock… Kutipan: 1. jeremywallach.com: www.jeremywallach.com/wp-content/uploads/2008/09/Living%20the%20Punk%20Lifestyle%20i.pdf?utm_source=chatgpt.com 2. VICE: www.vice.com/en/article/uncovering-origins-punk-rock-indonesia-history/?utm_source=chatgpt.com 3. VICE: www.vice.com/id/article/melacak-jejak-punk-masuk-ke-indonesia/?utm_source=chatgpt.com 4. Bandcamp Daily: daily.bandcamp.com/scene-report/indonesian-punk-diy-guide?utm_source=chatgpt.com 5. The Anarchist Library: theanarchistlibrary.org/library/kevin-dunn-one-punk-s-travel-guide-to-indonesia?utm_source=chatgpt.com 6. SciSpace: scispace.com/pdf/punk-and-the-city-a-history-of-punk-in-bandung-272wtvsg6m.pdf?utm_source=chatgpt.com
    Like
    1
    0 Yorumlar 0 hisse senetleri 904 Views
  • *KMF UI NITE* vol.5: RAWK & LIFE,
    *27th Anniversary* (growing since 1998 until Now)

    *When?*
    *Sabtu, 6 Desember 2025,*

    *Venue* : @ Rumah Sanetti (Grand Depok City) Depok, Jabar *, *lihat gmap dibawah*

    *start: 14.00 - 22.00 wib

    , No outside F&B allowed, No Drugs, No Guns&Knife, No Animal Pet, No Fights, No SARA, PEACE & JoY the music crowds... free entry and free for all alumni fisip ui.. there will be booth music tools & merchandise*(TBA)

    *Link venue Rumah Sanetti* : https://share.google/6XP9w1UrOOOCmrT4G
    *KMF UI NITE* vol.5: RAWK & LIFE, *27th Anniversary* (growing since 1998 until Now) *When?* *Sabtu, 6 Desember 2025,* *Venue* : @ Rumah Sanetti (Grand Depok City) Depok, Jabar *, *lihat gmap dibawah* *start: 14.00 - 22.00 wib , No outside F&B allowed, No Drugs, No Guns&Knife, No Animal Pet, No Fights, No SARA, PEACE & JoY the music crowds... free entry and free for all alumni fisip ui.. there will be booth music tools & merchandise*(TBA) *Link venue Rumah Sanetti* : https://share.google/6XP9w1UrOOOCmrT4G
    0 Yorumlar 0 hisse senetleri 204 Views
  • Quo Vadis Koplo: Redup atau Meroket Jadi "New Pop"?

    Banyak yang bertanya, apakah tren musik Koplo dan "Ambyar" sudah mencapai titik jenuh? Jawabannya tegas: Tidak. Tren ini justru sedang berevolusi dari musik pinggiran menjadi identitas pop culture nasional baru.

    Indikator utamanya adalah "Gentrifikasi Dangdut". Koplo tidak lagi eksklusif di panggung hajatan, tapi sudah menguasai festival kaum urban. Data dari line-up festival besar seperti Pestapora dan Synchronize Fest (2023-2024) membuktikan bahwa musisi seperti NDX AKA, Guyon Waton, dan Denny Caknan ditempatkan sebagai headliner utama yang menyedot puluhan ribu penonton muda dari kelas menengah-atas.

    Secara statistik digital, data valid menepis isu penurunan. Berdasarkan laporan Spotify Wrapped Indonesia 2023, artis lokal yang membawakan Pop Jawa/Koplo mendominasi daftar Top Local Artists. Tulus dan Mahalini memang ada, namun kehadiran nama seperti Denny Caknan di jajaran teratas membuktikan retensi pendengar yang masif. Di YouTube, video "Kartonyono Medot Janji" bahkan stabil dengan lebih dari 270 juta views, angka yang jarang dicapai genre pop konvensional.

    Kesimpulannya, Koplo tidak mati. Ia justru sedang memperluas pasar (ekspansi) melalui digitalisasi dan penerimaan sosial yang lebih luas. Koplo adalah The New Pop of Indonesia.

    Sumber Data:

    Line-up Archive Pestapora & Synchronize Fest (2023-2024).
    Spotify Wrapped Indonesia 2023 Data Report (Kategori Artis Lokal Teratas).
    YouTube Official Statistics (Denny Caknan Channel Analytics).
    Quo Vadis Koplo: Redup atau Meroket Jadi "New Pop"? Banyak yang bertanya, apakah tren musik Koplo dan "Ambyar" sudah mencapai titik jenuh? Jawabannya tegas: Tidak. Tren ini justru sedang berevolusi dari musik pinggiran menjadi identitas pop culture nasional baru. Indikator utamanya adalah "Gentrifikasi Dangdut". Koplo tidak lagi eksklusif di panggung hajatan, tapi sudah menguasai festival kaum urban. Data dari line-up festival besar seperti Pestapora dan Synchronize Fest (2023-2024) membuktikan bahwa musisi seperti NDX AKA, Guyon Waton, dan Denny Caknan ditempatkan sebagai headliner utama yang menyedot puluhan ribu penonton muda dari kelas menengah-atas. Secara statistik digital, data valid menepis isu penurunan. Berdasarkan laporan Spotify Wrapped Indonesia 2023, artis lokal yang membawakan Pop Jawa/Koplo mendominasi daftar Top Local Artists. Tulus dan Mahalini memang ada, namun kehadiran nama seperti Denny Caknan di jajaran teratas membuktikan retensi pendengar yang masif. Di YouTube, video "Kartonyono Medot Janji" bahkan stabil dengan lebih dari 270 juta views, angka yang jarang dicapai genre pop konvensional. Kesimpulannya, Koplo tidak mati. Ia justru sedang memperluas pasar (ekspansi) melalui digitalisasi dan penerimaan sosial yang lebih luas. Koplo adalah The New Pop of Indonesia. Sumber Data: Line-up Archive Pestapora & Synchronize Fest (2023-2024). Spotify Wrapped Indonesia 2023 Data Report (Kategori Artis Lokal Teratas). YouTube Official Statistics (Denny Caknan Channel Analytics).
    Wow
    1
    1 Yorumlar 0 hisse senetleri 138 Views
MusiXzen https://musixzen.com