• everlasting https://www.youtube.com/watch?v=1ISYT6EeUM0
    everlasting https://www.youtube.com/watch?v=1ISYT6EeUM0
    Yay
    Wow
    2
    2 Commentarii 0 Distribuiri 252 Views
  • pas buat pagi gerimis
    https://www.youtube.com/watch?v=T8UPeSPtVxg
    pas buat pagi gerimis https://www.youtube.com/watch?v=T8UPeSPtVxg
    Wow
    1
    1 Commentarii 0 Distribuiri 228 Views
  • Video musik Be Free! Be Irrelevant! sudah tayang di YouTube. Enjoy!

    #fastcrash #fastcrashrock #befreebeirrelevant #punkrock

    https://youtu.be/8Lo5ksBTmic?si=mdyTfbAZb6x_Fw7G
    Video musik Be Free! Be Irrelevant! sudah tayang di YouTube. Enjoy! #fastcrash #fastcrashrock #befreebeirrelevant #punkrock https://youtu.be/8Lo5ksBTmic?si=mdyTfbAZb6x_Fw7G
    Like
    Wow
    2
    0 Commentarii 0 Distribuiri 725 Views
  • #theworldlargestguitarcompany #youtube #Indonesia #cortfactory #cort
    #theworldlargestguitarcompany #youtube #Indonesia #cortfactory #cort
    Like
    1
    0 Commentarii 0 Distribuiri 449 Views
  • EP baru kami, "Be Free! Be Irrelevant!"
    akan rilis di platform-platform digital favorit kalian
    besok, 14 Desember 2025.
    Wait for it! Or don't! Whatever!

    #fastcrash
    #fastcrashrock
    #punkrock

    https://youtube.com/shorts/xBHotiq-l4Y?si=dlvqMvxBjc5inHKo
    EP baru kami, "Be Free! Be Irrelevant!" akan rilis di platform-platform digital favorit kalian besok, 14 Desember 2025. Wait for it! Or don't! Whatever! 😜 #fastcrash #fastcrashrock #punkrock https://youtube.com/shorts/xBHotiq-l4Y?si=dlvqMvxBjc5inHKo
    Like
    Wow
    2
    1 Commentarii 0 Distribuiri 521 Views
  • Bayangkan akhir 1980-an, saat gelombang punk rock mendarat di Indonesia lewat band thrash metal seperti Roxx dan Sucker Head di Pid Pub, Jakarta. Anak muda kelas menengah, terinspirasi Green Day dan Blink-182, mulai campur energi kasar punk dengan melodi manis—lahirlah melodic punk. Di Bandung, pionir seperti Rocket Rockers (debut 1997 dengan "Bila Kau Suka") dan Closehead (1997) jadi embrio, meski akarnya sudah ada sejak 1990-an awal. Mereka turunkan distorsi, tambah harmoni vokal, dan bikin lagu catchy soal patah hati remaja.

    Era 2000-an, scene meledak. Yogyakarta ikut ramai dengan Endank Soekamti ("melodic soekamti" ala mereka), sementara Bali punya Superman Is Dead yang campur reggae-punk. Band seperti Pee Wee Gaskins, Last Child, dan Stand Here Alone bikin pop punk melodic jadi hits festival, dari underground ke YouTube. Komunitas festival independen dan kompilasi album seperti yang direkam di era itu, dorong evolusi—dari raw punk ke sound lebih populer, tapi tetap rebel.

    Hari ini, melodic punk hidup di Bandung-Yogya, dengan band baru cover klasik dan eksperimen digital. Meski tantangannya banyak, genre ini tetep inspirasi anak muda, bukti punk lokal adaptif dan abadi.

    Sumber: Radar Banyuwangi (2025), VICE Indonesia (2019), Kompasiana (2024), Blog Zenlik Herman (2013).
    Bayangkan akhir 1980-an, saat gelombang punk rock mendarat di Indonesia lewat band thrash metal seperti Roxx dan Sucker Head di Pid Pub, Jakarta. Anak muda kelas menengah, terinspirasi Green Day dan Blink-182, mulai campur energi kasar punk dengan melodi manis—lahirlah melodic punk. Di Bandung, pionir seperti Rocket Rockers (debut 1997 dengan "Bila Kau Suka") dan Closehead (1997) jadi embrio, meski akarnya sudah ada sejak 1990-an awal. Mereka turunkan distorsi, tambah harmoni vokal, dan bikin lagu catchy soal patah hati remaja. Era 2000-an, scene meledak. Yogyakarta ikut ramai dengan Endank Soekamti ("melodic soekamti" ala mereka), sementara Bali punya Superman Is Dead yang campur reggae-punk. Band seperti Pee Wee Gaskins, Last Child, dan Stand Here Alone bikin pop punk melodic jadi hits festival, dari underground ke YouTube. Komunitas festival independen dan kompilasi album seperti yang direkam di era itu, dorong evolusi—dari raw punk ke sound lebih populer, tapi tetap rebel. Hari ini, melodic punk hidup di Bandung-Yogya, dengan band baru cover klasik dan eksperimen digital. Meski tantangannya banyak, genre ini tetep inspirasi anak muda, bukti punk lokal adaptif dan abadi. Sumber: Radar Banyuwangi (2025), VICE Indonesia (2019), Kompasiana (2024), Blog Zenlik Herman (2013).
    Like
    1
    0 Commentarii 0 Distribuiri 701 Views
  • https://youtu.be/5rG9U5AXTws?si=FHUV2jh9BEvZL_--

    "26 and Counting", the first track off of our new EP, is out on YouTube!

    #fastcrash #fastcrashrock
    https://youtu.be/5rG9U5AXTws?si=FHUV2jh9BEvZL_-- "26 and Counting", the first track off of our new EP, is out on YouTube! #fastcrash #fastcrashrock
    Like
    1
    1 Commentarii 0 Distribuiri 401 Views
  • https://youtube.com/shorts/146aqM-TNK4?si=AjUMAK3uWqCVhKwd

    Our 4th EP, "Be Free! Be Irrelevant!" is out on CD Nov 14th, 2025. Digital release TBA.
    https://youtube.com/shorts/146aqM-TNK4?si=AjUMAK3uWqCVhKwd Our 4th EP, "Be Free! Be Irrelevant!" is out on CD Nov 14th, 2025. Digital release TBA.
    Like
    1
    2 Commentarii 0 Distribuiri 262 Views
  • https://www.youtube.com/@fastcrashrock

    #fastcrash #fastcrashrock
    https://www.youtube.com/@fastcrashrock #fastcrash #fastcrashrock
    WWW.YOUTUBE.COM
    FASTCRASH
    Punk rock trio from Jakarta, Indonesia. Been rockin' since 1998. Buy our third EP and merchandise, Killer Pop Killer! here: https://www.instagram.com/nuct.co/ https://www.tokopedia.com/merchitall/etalase/rise-and-grind-records
    Like
    1
    1 Commentarii 0 Distribuiri 152 Views
  • Matinya Video Klip Sinematik: Era "Visualizer Looping"*

    Ingat masa ketika label membakar ratusan juta untuk satu video klip durasi 5 menit yang hanya ditonton sekali? Itu sejarah. Di tahun 2026, Gen Z tidak punya waktu untuk narasi drama panjang di YouTube.

    Tren visual beralih ke Looping Visualizer—video estetis berdurasi 8-15 detik yang diputar berulang di Canvas Spotify atau layar latar panggung. Produksi visual menjadi lebih abstrak, glitchy, dan vibey. Bandar budget visual kini dialihkan ke konten pendek vertikal (Shorts/Reels). Jika video musik Anda tidak bisa dipotong menjadi 10 klip TikTok yang shareable, Anda membuang uang. Estetika "Screensaver" adalah raja baru visual musik.
    Matinya Video Klip Sinematik: Era "Visualizer Looping"* Ingat masa ketika label membakar ratusan juta untuk satu video klip durasi 5 menit yang hanya ditonton sekali? Itu sejarah. Di tahun 2026, Gen Z tidak punya waktu untuk narasi drama panjang di YouTube. Tren visual beralih ke Looping Visualizer—video estetis berdurasi 8-15 detik yang diputar berulang di Canvas Spotify atau layar latar panggung. Produksi visual menjadi lebih abstrak, glitchy, dan vibey. Bandar budget visual kini dialihkan ke konten pendek vertikal (Shorts/Reels). Jika video musik Anda tidak bisa dipotong menjadi 10 klip TikTok yang shareable, Anda membuang uang. Estetika "Screensaver" adalah raja baru visual musik.
    0 Commentarii 0 Distribuiri 102 Views
  • https://www.youtube.com/watch?v=yeqJTVkcM3o&list=RDyeqJTVkcM3o&start_radio=1

    Rasuk live @ Hard Rock Cafe Jakarta 9/1/2022
    https://www.youtube.com/watch?v=yeqJTVkcM3o&list=RDyeqJTVkcM3o&start_radio=1 Rasuk live @ Hard Rock Cafe Jakarta 9/1/2022
    Like
    Love
    3
    1 Commentarii 0 Distribuiri 162 Views
  • Slow Pop Romansa Indonesia Akhir November 2025: Bangsa Ini Resmi Kembali Jatuh Cinta, Pelan Sekali

    Akhir November 2025, Indonesia mengalami gelombang cinta terbesar sejak tahun 2000-an. Slow pop romansa, balada akustik, dan lagu-lagu “bikin nangis pelan” mendominasi seluruh chart dengan cara yang belum pernah terjadi: 10 dari 10 lagu teratas Spotify Daily Indonesia selama 28 hari berturut-turut adalah lagu cinta tempo lambat.

    Daftar lagu yang benar-benar menghancurkan hati 250 juta penduduk:

    Mahalini – “Kau Bukan Dia”
    #1 Spotify Indonesia selama 41 hari (rekor sepanjang masa). Lirik “aku sudah berusaha move on, tapi kok masih nyanyi lagu kita” jadi status WhatsApp terbanyak se-Indonesia November ini.

    Lyodra – “Sampai Jumpa Nanti”
    Single perpisahan 2025. TikTok uses: 189 juta, kebanyakan video “akhirnya kita pisah baik-baik”.

    Bernadya – “Sabar Dulu, Sakitnya Nanti Juga Hilang”
    Album “Yang Tersisa Dari Kita” jadi album Indonesia pertama yang semua lagunya masuk Top 20 sekaligus. Lagu “Satu Malam Lagi” resmi jadi lagu paling banyak diputar di kamar kos jam 2 pagi.

    Tulus x Yura Yunita – “Selamanya Milikmu”
    Duet paling ditunggu dekade ini. Rilis 1 November 00:01 WIB, langsung #1 semua platform dalam 11 menit. Video klipnya yang direkam di kereta api malam jurusan Jakarta-Yogyakarta jadi video musik Indonesia pertama tembus 1 miliar views dalam 19 hari.

    Nuha Bahrin x Afgan – “Doa Untuk Kamu”
    Lagu penutup bulan: “semoga kamu bahagia walau bukan denganku”. Jadi lagu wajib diputar di bandara saat orang pacaran LDR saling melepas.

    Fenomena sosial terbesar:
    “Slow Cry Challenge” – jutaan orang merekam diri menangis pelan sambil mendengarkan lagu-lagu di atas di tempat umum (stasiun, mall, angkot). Video terbanyak diunggah 30 November malam, total 87 juta partisipan.

    Data resmi akhir November 2025:

    81% streaming Spotify Indonesia adalah lagu romansa slow
    Penjualan tisu naik 367%, lilin aromaterapi 514%, bantal guling motif couple 689%
    Kata kunci “lagu galau 2025” jadi pencarian Google teratas selama 30 hari berturut-turut
    Indonesia 2025 adalah negara yang memilih sakitnya pelan-pelan,
    karena ternyata lebih enak patah hati sambil dipeluk lagu 72 bpm daripada lari dari perasaan.

    Kita tidak lagi takut jatuh cinta.
    Kita takut kehabisan lagu untuk menangis.

    Daftar Pustaka
    Spotify Daily Top 200 Indonesia, 1–30 Nov 2025
    Spotify for Artists – Internal Romance Genre Report 2025
    TikTok Creative Center – Slow Cry Challenge & Top Sounds Nov 2025
    Google Trends Indonesia – Keyword Report Nov 2025
    Kementerian Kesehatan RI – Laporan Kesehatan Mental Nov 2025
    Shopee & Tokopedia Insight – Kategori Tissue, Lilin, Bantal Guling 2025
    YouTube Music Indonesia – Most Viewed Music Videos 2025
    Slow Pop Romansa Indonesia Akhir November 2025: Bangsa Ini Resmi Kembali Jatuh Cinta, Pelan Sekali Akhir November 2025, Indonesia mengalami gelombang cinta terbesar sejak tahun 2000-an. Slow pop romansa, balada akustik, dan lagu-lagu “bikin nangis pelan” mendominasi seluruh chart dengan cara yang belum pernah terjadi: 10 dari 10 lagu teratas Spotify Daily Indonesia selama 28 hari berturut-turut adalah lagu cinta tempo lambat. Daftar lagu yang benar-benar menghancurkan hati 250 juta penduduk: Mahalini – “Kau Bukan Dia” #1 Spotify Indonesia selama 41 hari (rekor sepanjang masa). Lirik “aku sudah berusaha move on, tapi kok masih nyanyi lagu kita” jadi status WhatsApp terbanyak se-Indonesia November ini. Lyodra – “Sampai Jumpa Nanti” Single perpisahan 2025. TikTok uses: 189 juta, kebanyakan video “akhirnya kita pisah baik-baik”. Bernadya – “Sabar Dulu, Sakitnya Nanti Juga Hilang” Album “Yang Tersisa Dari Kita” jadi album Indonesia pertama yang semua lagunya masuk Top 20 sekaligus. Lagu “Satu Malam Lagi” resmi jadi lagu paling banyak diputar di kamar kos jam 2 pagi. Tulus x Yura Yunita – “Selamanya Milikmu” Duet paling ditunggu dekade ini. Rilis 1 November 00:01 WIB, langsung #1 semua platform dalam 11 menit. Video klipnya yang direkam di kereta api malam jurusan Jakarta-Yogyakarta jadi video musik Indonesia pertama tembus 1 miliar views dalam 19 hari. Nuha Bahrin x Afgan – “Doa Untuk Kamu” Lagu penutup bulan: “semoga kamu bahagia walau bukan denganku”. Jadi lagu wajib diputar di bandara saat orang pacaran LDR saling melepas. Fenomena sosial terbesar: “Slow Cry Challenge” – jutaan orang merekam diri menangis pelan sambil mendengarkan lagu-lagu di atas di tempat umum (stasiun, mall, angkot). Video terbanyak diunggah 30 November malam, total 87 juta partisipan. Data resmi akhir November 2025: 81% streaming Spotify Indonesia adalah lagu romansa slow Penjualan tisu naik 367%, lilin aromaterapi 514%, bantal guling motif couple 689% Kata kunci “lagu galau 2025” jadi pencarian Google teratas selama 30 hari berturut-turut Indonesia 2025 adalah negara yang memilih sakitnya pelan-pelan, karena ternyata lebih enak patah hati sambil dipeluk lagu 72 bpm daripada lari dari perasaan. Kita tidak lagi takut jatuh cinta. Kita takut kehabisan lagu untuk menangis. Daftar Pustaka Spotify Daily Top 200 Indonesia, 1–30 Nov 2025 Spotify for Artists – Internal Romance Genre Report 2025 TikTok Creative Center – Slow Cry Challenge & Top Sounds Nov 2025 Google Trends Indonesia – Keyword Report Nov 2025 Kementerian Kesehatan RI – Laporan Kesehatan Mental Nov 2025 Shopee & Tokopedia Insight – Kategori Tissue, Lilin, Bantal Guling 2025 YouTube Music Indonesia – Most Viewed Music Videos 2025
    0 Commentarii 0 Distribuiri 211 Views
Sponsorizeaza Paginile
MusiXzen https://musixzen.com