• Seruniaudio BIEM — Binaural In-Ear Microphones

    BIEM adalah produk unik dari Seruniaudio yang membawa konsep audio binaural 360° ke level portable dan wearable — cocok untuk kamu yang ingin merekam suara dengan sensasi nyata seperti telinga manusia mendengarnya.

    BIEM adalah mikrofon binaural yang terintegrasi dengan in-ear monitor (IEM) — artinya kamu bisa:

    Merekam suara 360° secara realistis,
    Mendengar rekaman secara langsung saat merekam,
    Menggunakan perangkat ini sebagai earphone berkualitas tinggi dan alat perekam audio profesional sekaligus.

    Audio Imersif 360° (Binaural)
    BIEM menangkap suara dari dua mikrofon yang diposisikan sedekat mungkin dengan cara kerja telinga manusia — menciptakan sensasi suara dari berbagai arah saat didengarkan lewat headphone. Ini memberikan pengalaman audio yang jauh lebih nyata dibanding stereo biasa.

    Rekam dan Monitor Sekaligus
    Kamu bisa mendengarkan suara yang direkam secara real-time melalui sistem in-ear monitor terintegrasi, tanpa perlu setup kompleks mikrofon + monitor terpisah.

    Hybrid Driver Berkualitas
    Sistem driver gabungan (dynamic + balanced armature) memberikan reproduksi suara yang jelas dan detail — baik untuk musik, ambience, maupun perekaman lapangan.

    Kabel Premium Magni C4
    Kabel bawaan dari Verus Audio memakai desain OFC tembaga murni dengan pelindung noise tinggi — membuat sinyal tetap bersih dan minim gangguan saat merekam atau mendengar audio.

    BIEM pas banget bagi:

    Content Creator / Vlogger
    rekam ambient lokasi vlog, ASMR, atau audio natural tanpa peralatan besar.
    Musisi & Sound Engineer
    untuk merekam sesi latihan, konser kecil, atau soundscape secara realistis.
    Podcaster & Field Recordist
    buat suara environment yang lebih detail dan immersif dibanding stereo biasa
    Seruniaudio BIEM — Binaural In-Ear Microphones BIEM adalah produk unik dari Seruniaudio yang membawa konsep audio binaural 360° ke level portable dan wearable — cocok untuk kamu yang ingin merekam suara dengan sensasi nyata seperti telinga manusia mendengarnya. BIEM adalah mikrofon binaural yang terintegrasi dengan in-ear monitor (IEM) — artinya kamu bisa: ✔️ Merekam suara 360° secara realistis, ✔️ Mendengar rekaman secara langsung saat merekam, ✔️ Menggunakan perangkat ini sebagai earphone berkualitas tinggi dan alat perekam audio profesional sekaligus. Audio Imersif 360° (Binaural) BIEM menangkap suara dari dua mikrofon yang diposisikan sedekat mungkin dengan cara kerja telinga manusia — menciptakan sensasi suara dari berbagai arah saat didengarkan lewat headphone. Ini memberikan pengalaman audio yang jauh lebih nyata dibanding stereo biasa. Rekam dan Monitor Sekaligus Kamu bisa mendengarkan suara yang direkam secara real-time melalui sistem in-ear monitor terintegrasi, tanpa perlu setup kompleks mikrofon + monitor terpisah. Hybrid Driver Berkualitas Sistem driver gabungan (dynamic + balanced armature) memberikan reproduksi suara yang jelas dan detail — baik untuk musik, ambience, maupun perekaman lapangan. Kabel Premium Magni C4 Kabel bawaan dari Verus Audio memakai desain OFC tembaga murni dengan pelindung noise tinggi — membuat sinyal tetap bersih dan minim gangguan saat merekam atau mendengar audio. BIEM pas banget bagi: Content Creator / Vlogger rekam ambient lokasi vlog, ASMR, atau audio natural tanpa peralatan besar. Musisi & Sound Engineer untuk merekam sesi latihan, konser kecil, atau soundscape secara realistis. Podcaster & Field Recordist buat suara environment yang lebih detail dan immersif dibanding stereo biasa
    Like
    Love
    2
    0 Commenti 0 condivisioni 409 Views
  • #bersamabersoeara #surakarta #gigs
    #bersamabersoeara #surakarta #gigs
    WWW.INSTAGRAM.COM
    Down For Life on Instagram: "Akhir pekan ini, kami diwakili @abah_jojo @riodejaneiroexp @unclebowl akan ngobrol di "The Grand Bersama Bersoeara" hari Sabtu 20 Desember 2025 di @nawa.bistro @isamahendrajati @mr.latief akan berkolaborasi bersama @jecovoxband @andyrif @soloensisofficial @karaokebarengom Ada pameran artefak kami dikawal @jahlogomes Kemanakah @stephanusadjie ? #downforlife #bersamabersoeara #kalatidha"
    Get insights into the creative minds behind the music and art scene in Indonesia at The Grand Bersama Bersoeara event. This event brings together local artists and performers for an evening of live music, karaoke, and thought-provoking conversations. Explore the intersection of art and culture in a unique and engaging way.
    Like
    1
    0 Commenti 0 condivisioni 388 Views
  • #comebackkid #hardcore #wakethedead #jakarta #2026
    #comebackkid #hardcore #wakethedead #jakarta #2026
    WWW.INSTAGRAM.COM
    Consumed Media on Instagram: "[EVENT] ‘Wake the Dead’, salah satu album esensial yang keluar medio tahun 2000-an dan berpengaruh buat gelombang hardcore modern oleh @comebackkid_hc sudah berusia dua dekade dan kini unit asal Kanada tersebut bakal ajak penggemar di Jakarta merayakannya bersama. Diinisiasi oleh Ageless Galaxy (@aglxyco) dan @theswillhouse, helatannya bakal digelar pada 27 Januari di Zoo SCBD, Jakarta. Konser ini juga nantinya akan diramaikan dengan beberapa local acts yang tak kalah menarik, diantaranya: @outragehc, @moderngunshc, @aloneatlast dan @finalattackjhc. Buat informasi tiketnya sudah bisa diakses via tiket.com. Lebih lengkapnya kunjungi laman Ageless Galaxy dan The Swill House sekarang juga! Photo credits: @mikecaseyphoto - #ConsumedMedia #ConsumedMagazine"
    consumed_media on December 15, 2025: "[EVENT] ‘Wake the Dead’, salah satu album esensial yang keluar medio tahun 2000-an dan berpengaruh buat gelombang hardcore modern oleh @comebackkid_hc sudah berusia dua dekade dan kini unit asal Kanada tersebut bakal ajak penggemar di Jakarta merayakannya bersama. Diinisiasi oleh Ageless Galaxy (@aglxyco) dan @theswillhouse, helatannya bakal digelar pada 27 Januari di Zoo SCBD, Jakarta. Konser ini juga nantinya akan diramaikan dengan beberapa local acts yang tak kalah menarik, diantaranya: @outragehc, @moderngunshc, @aloneatlast dan @finalattackjhc. Buat informasi tiketnya sudah bisa diakses via tiket.com. Lebih lengkapnya kunjungi laman Ageless Galaxy dan The Swill House sekarang juga! Photo credits: @mikecaseyphoto - #ConsumedMedia #ConsumedMagazine".
    Like
    1
    0 Commenti 0 condivisioni 455 Views
  • #kpopnews #kpopchart
    #kpopnews #kpopchart
    WWW.KPOPCHART.NET
    Dua Vocal Fairy Bersatu: Liz IVE dan Chaewon LE SSERAFIM Siap Berduet di 2025 KBS Gayo Daechukje! - Kpop Chart
    Liz IVE dan Chaewon LE SSERAFIM akan membawakan lagu populer IU sebagai unit spesial di 2025 KBS Gayo Daechukje!
    0 Commenti 0 condivisioni 365 Views
  • #yearendcharts #billboard #versions
    #yearendcharts #billboard #versions
    0 Commenti 0 condivisioni 221 Views
  • #kiss #genesimmons #usartists
    #kiss #genesimmons #usartists
    WWW.NME.COM
    KISS' Gene Simmons says artists in US are treated "worse than slaves" due to radio payment
    KISS’ Gene Simmons has said artists in the US are treated “worse than slaves” due to the money they receive for radio plays.
    0 Commenti 0 condivisioni 236 Views
  • CD metal @ 100rb
    1. GAMMA RAY - Heading for Tomorrow
    2. ARTENSION - Into the Eye of the Storm
    Used, masih bagus, Japan
    Wa: 085692837065
    #metal #jajanmetal #cdmetal #powermetal #progmetal
    CD metal @ 100rb 1. GAMMA RAY - Heading for Tomorrow 2. ARTENSION - Into the Eye of the Storm Used, masih bagus, Japan Wa: 085692837065 #metal #jajanmetal #cdmetal #powermetal #progmetal
    Like
    Wow
    2
    0 Commenti 0 condivisioni 558 Views
  • - Tahun 1990‑an, dengan masuknya musik punk/hardcore internasional, generasi muda Indonesia mulai membuat band sendiri, merilis demo secara DIY, membuat fanzine (majalah fotokopi), serta membangun komunitas underground — di Jakarta, Bandung, dan kota‑kota lain. [4]
    - Punk bukan hanya musik — tapi juga bagian dari gerakan protes budaya/politik. Di masa menuju dan setelah keruntuhan rezim otoriter era Suharto, banyak punker yang mengekspresikan ketidakpuasan lewat lirik, aksi DIY, dan solidaritas underground. [5]

    Ciri khas: DIY, anti komersial, dan kolektivitas
    - Karena industri musik mainstream sulit dijangkau — dan punk sering dianggap kontroversial — komunitas punk Indonesia memilih jalur DIY: rekaman sendiri, cetak zine sendiri, gelar gig kecil/kota, barter kaset, tukar info lewat mulut ke mulut. Ini membuat street‑punk / punk underground punya nuansa otentik dan independen. [1]
    - Dari Sabang sampai Merauke, skena punk berkembang regional: tiap kota bisa punya panggung/punk house sendiri, komunitasnya sendiri, dan gaya lokal-nya sendiri. Itu membuat punk Indonesia bukan sekedar “kopi budaya Barat” — tapi adaptasi yang melebur dengan konteks lokal. [6]

    Street‑punk / punk sekarang: terus hidup meskipun tantangan
    Meski mainstream kadang menolak, penggemar punk tetap eksis. Bahkan hingga dekade 2000‑an, kancah underground terus merilis album/EP/kompilasi secara independen, dengan lirik yang sering kritis sosial/ politik — sebagai suara alternatif di luar arus pop komersial. [4]
    - Punk Indonesia pun berevolusi — tak melulu soal gitar cepat & teriakan, tapi juga musik berdansa, kolaborasi, integrasi lintas genre. Meski begitu, akar independen & kritik sosial tetap dipertahankan. [4]

    ---

    sejarah musik street punk / punk–underground di Indonesia:

    Sejarah musik street‑punk di Indonesia sesungguhnya bagian dari cerita lebih luas: lahirnya skena punk + hardcore dalam konteks perubahan sosial dan politik negeri. Walau istilah “street punk” (atau “Oi!/punk jalanan”) tak selalu dipakai secara eksplisit, semangatnya — DIY, vokal keras, lirik tentang kelas pekerja, ketidakadilan, perlawanan — jelas tumbuh sejak gelombang pertama punk lokal. [1]

    Awal dan akar punk di Indonesia
    - Punk datang ke Indonesia lewat cassette / tape / CD bajakan dari Barat — tapi tak langsung melejit. Hingga akhir 1980‑an dan awal 1990‑an, punk di Indonesia masih tersebar tipis, dan kebanyakan remaja mengenal rock…
    Kutipan:
    1. jeremywallach.com: www.jeremywallach.com/wp-content/uploads/2008/09/Living%20the%20Punk%20Lifestyle%20i.pdf?utm_source=chatgpt.com
    2. VICE: www.vice.com/en/article/uncovering-origins-punk-rock-indonesia-history/?utm_source=chatgpt.com
    3. VICE: www.vice.com/id/article/melacak-jejak-punk-masuk-ke-indonesia/?utm_source=chatgpt.com
    4. Bandcamp Daily: daily.bandcamp.com/scene-report/indonesian-punk-diy-guide?utm_source=chatgpt.com
    5. The Anarchist Library: theanarchistlibrary.org/library/kevin-dunn-one-punk-s-travel-guide-to-indonesia?utm_source=chatgpt.com
    6. SciSpace: scispace.com/pdf/punk-and-the-city-a-history-of-punk-in-bandung-272wtvsg6m.pdf?utm_source=chatgpt.com
    - Tahun 1990‑an, dengan masuknya musik punk/hardcore internasional, generasi muda Indonesia mulai membuat band sendiri, merilis demo secara DIY, membuat fanzine (majalah fotokopi), serta membangun komunitas underground — di Jakarta, Bandung, dan kota‑kota lain. [4] - Punk bukan hanya musik — tapi juga bagian dari gerakan protes budaya/politik. Di masa menuju dan setelah keruntuhan rezim otoriter era Suharto, banyak punker yang mengekspresikan ketidakpuasan lewat lirik, aksi DIY, dan solidaritas underground. [5] 🛠️ Ciri khas: DIY, anti komersial, dan kolektivitas - Karena industri musik mainstream sulit dijangkau — dan punk sering dianggap kontroversial — komunitas punk Indonesia memilih jalur DIY: rekaman sendiri, cetak zine sendiri, gelar gig kecil/kota, barter kaset, tukar info lewat mulut ke mulut. Ini membuat street‑punk / punk underground punya nuansa otentik dan independen. [1] - Dari Sabang sampai Merauke, skena punk berkembang regional: tiap kota bisa punya panggung/punk house sendiri, komunitasnya sendiri, dan gaya lokal-nya sendiri. Itu membuat punk Indonesia bukan sekedar “kopi budaya Barat” — tapi adaptasi yang melebur dengan konteks lokal. [6] 📌 Street‑punk / punk sekarang: terus hidup meskipun tantangan Meski mainstream kadang menolak, penggemar punk tetap eksis. Bahkan hingga dekade 2000‑an, kancah underground terus merilis album/EP/kompilasi secara independen, dengan lirik yang sering kritis sosial/ politik — sebagai suara alternatif di luar arus pop komersial. [4] - Punk Indonesia pun berevolusi — tak melulu soal gitar cepat & teriakan, tapi juga musik berdansa, kolaborasi, integrasi lintas genre. Meski begitu, akar independen & kritik sosial tetap dipertahankan. [4] --- sejarah musik street punk / punk–underground di Indonesia: Sejarah musik street‑punk di Indonesia sesungguhnya bagian dari cerita lebih luas: lahirnya skena punk + hardcore dalam konteks perubahan sosial dan politik negeri. Walau istilah “street punk” (atau “Oi!/punk jalanan”) tak selalu dipakai secara eksplisit, semangatnya — DIY, vokal keras, lirik tentang kelas pekerja, ketidakadilan, perlawanan — jelas tumbuh sejak gelombang pertama punk lokal. [1] 🎯 Awal dan akar punk di Indonesia - Punk datang ke Indonesia lewat cassette / tape / CD bajakan dari Barat — tapi tak langsung melejit. Hingga akhir 1980‑an dan awal 1990‑an, punk di Indonesia masih tersebar tipis, dan kebanyakan remaja mengenal rock… Kutipan: 1. jeremywallach.com: www.jeremywallach.com/wp-content/uploads/2008/09/Living%20the%20Punk%20Lifestyle%20i.pdf?utm_source=chatgpt.com 2. VICE: www.vice.com/en/article/uncovering-origins-punk-rock-indonesia-history/?utm_source=chatgpt.com 3. VICE: www.vice.com/id/article/melacak-jejak-punk-masuk-ke-indonesia/?utm_source=chatgpt.com 4. Bandcamp Daily: daily.bandcamp.com/scene-report/indonesian-punk-diy-guide?utm_source=chatgpt.com 5. The Anarchist Library: theanarchistlibrary.org/library/kevin-dunn-one-punk-s-travel-guide-to-indonesia?utm_source=chatgpt.com 6. SciSpace: scispace.com/pdf/punk-and-the-city-a-history-of-punk-in-bandung-272wtvsg6m.pdf?utm_source=chatgpt.com
    Like
    1
    0 Commenti 0 condivisioni 909 Views
  • Bayangkan akhir 1980-an, saat gelombang punk rock mendarat di Indonesia lewat band thrash metal seperti Roxx dan Sucker Head di Pid Pub, Jakarta. Anak muda kelas menengah, terinspirasi Green Day dan Blink-182, mulai campur energi kasar punk dengan melodi manis—lahirlah melodic punk. Di Bandung, pionir seperti Rocket Rockers (debut 1997 dengan "Bila Kau Suka") dan Closehead (1997) jadi embrio, meski akarnya sudah ada sejak 1990-an awal. Mereka turunkan distorsi, tambah harmoni vokal, dan bikin lagu catchy soal patah hati remaja.

    Era 2000-an, scene meledak. Yogyakarta ikut ramai dengan Endank Soekamti ("melodic soekamti" ala mereka), sementara Bali punya Superman Is Dead yang campur reggae-punk. Band seperti Pee Wee Gaskins, Last Child, dan Stand Here Alone bikin pop punk melodic jadi hits festival, dari underground ke YouTube. Komunitas festival independen dan kompilasi album seperti yang direkam di era itu, dorong evolusi—dari raw punk ke sound lebih populer, tapi tetap rebel.

    Hari ini, melodic punk hidup di Bandung-Yogya, dengan band baru cover klasik dan eksperimen digital. Meski tantangannya banyak, genre ini tetep inspirasi anak muda, bukti punk lokal adaptif dan abadi.

    Sumber: Radar Banyuwangi (2025), VICE Indonesia (2019), Kompasiana (2024), Blog Zenlik Herman (2013).
    Bayangkan akhir 1980-an, saat gelombang punk rock mendarat di Indonesia lewat band thrash metal seperti Roxx dan Sucker Head di Pid Pub, Jakarta. Anak muda kelas menengah, terinspirasi Green Day dan Blink-182, mulai campur energi kasar punk dengan melodi manis—lahirlah melodic punk. Di Bandung, pionir seperti Rocket Rockers (debut 1997 dengan "Bila Kau Suka") dan Closehead (1997) jadi embrio, meski akarnya sudah ada sejak 1990-an awal. Mereka turunkan distorsi, tambah harmoni vokal, dan bikin lagu catchy soal patah hati remaja. Era 2000-an, scene meledak. Yogyakarta ikut ramai dengan Endank Soekamti ("melodic soekamti" ala mereka), sementara Bali punya Superman Is Dead yang campur reggae-punk. Band seperti Pee Wee Gaskins, Last Child, dan Stand Here Alone bikin pop punk melodic jadi hits festival, dari underground ke YouTube. Komunitas festival independen dan kompilasi album seperti yang direkam di era itu, dorong evolusi—dari raw punk ke sound lebih populer, tapi tetap rebel. Hari ini, melodic punk hidup di Bandung-Yogya, dengan band baru cover klasik dan eksperimen digital. Meski tantangannya banyak, genre ini tetep inspirasi anak muda, bukti punk lokal adaptif dan abadi. Sumber: Radar Banyuwangi (2025), VICE Indonesia (2019), Kompasiana (2024), Blog Zenlik Herman (2013).
    Like
    1
    0 Commenti 0 condivisioni 696 Views
  • New wave muncul akhir 1970-an sebagai evolusi dari punk—lebih rapi, eksperimental, dan ramah radio. Berasal dari Inggris dan AS, genre ini mencampur elemen punk, pop, elektronik, dan art rock. Band seperti Talking Heads, Elvis Costello, dan Blondie jadi pionir awal, membawa energi punk tapi dengan pendekatan lebih cerdas dan gaya yang nyentrik.

    Masuk 1980-an, synthesizer dan drum machine jadi ciri khas. Muncul gelombang band seperti Depeche Mode, The Cure, dan Duran Duran yang menggabungkan visual nyentrik (cocok untuk MTV) dengan musik catchy dan melankolis. New wave juga membuka jalan bagi synth-pop, goth, dan indie pop di dekade berikutnya.

    Lebih dari genre, new wave adalah estetika: warna neon, gaya androgini, dan suara yang futuristik tapi tetap pop.

    Album penting:
    - Remain in Light – Talking Heads
    - Parallel Lines – Blondie
    - Unknown Pleasures – Joy Division (post-punk/new wave crossover)
    - Some Great Reward – Depeche Mode

    Sumber kredibel:
    - Rip It Up and Start Again – Simon Reynolds
    - AllMusic.com
    - BBC: “Synth Britannia”
    - Pitchfork History Series
    New wave muncul akhir 1970-an sebagai evolusi dari punk—lebih rapi, eksperimental, dan ramah radio. Berasal dari Inggris dan AS, genre ini mencampur elemen punk, pop, elektronik, dan art rock. Band seperti Talking Heads, Elvis Costello, dan Blondie jadi pionir awal, membawa energi punk tapi dengan pendekatan lebih cerdas dan gaya yang nyentrik. Masuk 1980-an, synthesizer dan drum machine jadi ciri khas. Muncul gelombang band seperti Depeche Mode, The Cure, dan Duran Duran yang menggabungkan visual nyentrik (cocok untuk MTV) dengan musik catchy dan melankolis. New wave juga membuka jalan bagi synth-pop, goth, dan indie pop di dekade berikutnya. Lebih dari genre, new wave adalah estetika: warna neon, gaya androgini, dan suara yang futuristik tapi tetap pop. Album penting: - Remain in Light – Talking Heads - Parallel Lines – Blondie - Unknown Pleasures – Joy Division (post-punk/new wave crossover) - Some Great Reward – Depeche Mode Sumber kredibel: - Rip It Up and Start Again – Simon Reynolds - AllMusic.com - BBC: “Synth Britannia” - Pitchfork History Series
    Like
    Wow
    2
    0 Commenti 0 condivisioni 460 Views
  • Oi! muncul di akhir 1970-an di Inggris sebagai suara marah kelas pekerja. Dipelopori oleh band seperti Cockney Rejects, Sham 69, dan The 4-Skins, Oi! memadukan semangat mentah punk dengan gaya skinhead—bukan yang rasis, tapi versi awal yang cinta musik Jamaika, sepak bola, dan solidaritas buruh. Nama "Oi!" dipopulerkan oleh jurnalis Garry Bushell, yang melihat ini sebagai “punk untuk orang biasa”, bukan punk art-school.

    Musiknya keras, simpel, anthemik, dan liriknya tentang realita jalanan: kerja, minum, loyalitas, perlawanan. Meski Oi! sempat tercoreng karena disusupi kelompok sayap kanan, banyak band (seperti Angelic Upstarts & The Oppressed) justru anti-fasis dan pro-kiri.

    Oi! kemudian menyebar ke seluruh dunia: Jerman, Jepang, Indonesia, AS. Band seperti Dropkick Murphys dan Booze & Glory mewarisi semangatnya hari ini.

    Album penting:
    - Oi! The Album (kompilasi, 1980)
    - Greatest Hits Vol. 1 – Cockney Rejects
    - Teenage Warning – Angelic Upstarts
    - The Good, the Bad & the 4-Skins – The 4-Skins

    Sumber valid:
    - Garry Bushell – “Time For Action”
    - BBC Docs: “Punk Britannia”
    - LouderThanWar
    - AllMusic
    Oi! muncul di akhir 1970-an di Inggris sebagai suara marah kelas pekerja. Dipelopori oleh band seperti Cockney Rejects, Sham 69, dan The 4-Skins, Oi! memadukan semangat mentah punk dengan gaya skinhead—bukan yang rasis, tapi versi awal yang cinta musik Jamaika, sepak bola, dan solidaritas buruh. Nama "Oi!" dipopulerkan oleh jurnalis Garry Bushell, yang melihat ini sebagai “punk untuk orang biasa”, bukan punk art-school. Musiknya keras, simpel, anthemik, dan liriknya tentang realita jalanan: kerja, minum, loyalitas, perlawanan. Meski Oi! sempat tercoreng karena disusupi kelompok sayap kanan, banyak band (seperti Angelic Upstarts & The Oppressed) justru anti-fasis dan pro-kiri. Oi! kemudian menyebar ke seluruh dunia: Jerman, Jepang, Indonesia, AS. Band seperti Dropkick Murphys dan Booze & Glory mewarisi semangatnya hari ini. Album penting: - Oi! The Album (kompilasi, 1980) - Greatest Hits Vol. 1 – Cockney Rejects - Teenage Warning – Angelic Upstarts - The Good, the Bad & the 4-Skins – The 4-Skins Sumber valid: - Garry Bushell – “Time For Action” - BBC Docs: “Punk Britannia” - LouderThanWar - AllMusic
    Like
    Wow
    2
    0 Commenti 0 condivisioni 342 Views
  • Post-punk lahir di Inggris akhir 1970-an saat punk mulai stagnan. Band-band seperti Joy Division, Public Image Ltd., dan Siouxsie and the Banshees ingin sesuatu yang lebih gelap, eksperimental, dan atmosferik. Mereka tetap membawa semangat DIY punk, tapi memadukannya dengan dub, elektronik, avant-garde, dan bahkan jazz. Gitar yang tajam, bass dominan, dan drum yang kaku jadi ciri khasnya—suasana lebih muram, introspektif, dan intelektual.

    Gerakan ini bukan cuma soal musik, tapi juga sikap: anti-komersial, penuh kritik sosial, dan estetika minim tapi kuat. Di AS, post-punk berkembang lewat Talking Heads, Television, dan Sonic Youth. Tahun '80-an, post-punk berevolusi menjadi goth rock, new wave, hingga indie rock. Hari ini, band seperti Interpol, Savages, dan IDLES membawa semangat post-punk ke generasi baru.

    Album penting:
    - Unknown Pleasures – Joy Division
    - Metal Box – Public Image Ltd.
    - Entertainment! – Gang of Four
    - Remain in Light – Talking Heads

    Sumber valid:
    - Simon Reynolds – "Rip It Up and Start Again"
    - AllMusic
    - The Quietus
    - Pitchfork
    Post-punk lahir di Inggris akhir 1970-an saat punk mulai stagnan. Band-band seperti Joy Division, Public Image Ltd., dan Siouxsie and the Banshees ingin sesuatu yang lebih gelap, eksperimental, dan atmosferik. Mereka tetap membawa semangat DIY punk, tapi memadukannya dengan dub, elektronik, avant-garde, dan bahkan jazz. Gitar yang tajam, bass dominan, dan drum yang kaku jadi ciri khasnya—suasana lebih muram, introspektif, dan intelektual. Gerakan ini bukan cuma soal musik, tapi juga sikap: anti-komersial, penuh kritik sosial, dan estetika minim tapi kuat. Di AS, post-punk berkembang lewat Talking Heads, Television, dan Sonic Youth. Tahun '80-an, post-punk berevolusi menjadi goth rock, new wave, hingga indie rock. Hari ini, band seperti Interpol, Savages, dan IDLES membawa semangat post-punk ke generasi baru. Album penting: - Unknown Pleasures – Joy Division - Metal Box – Public Image Ltd. - Entertainment! – Gang of Four - Remain in Light – Talking Heads Sumber valid: - Simon Reynolds – "Rip It Up and Start Again" - AllMusic - The Quietus - Pitchfork
    Like
    Wow
    2
    0 Commenti 0 condivisioni 557 Views
Pagine in Evidenza
MusiXzen https://musixzen.com