• Battle of the Bands UI vs ITB — Rivalitas Musik di Panggung Bersama

    Ajang musik antar kampus besar kembali mencuri perhatian publik lewat event Battle of the Bands yang mempertemukan dua institusi terkemuka di Indonesia: Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Konser kompetitif ini digelar baru-baru ini di Balai Sarbini, Jakarta, dengan skala produksi yang megah dan dukungan penuh dari dunia kampus serta industri kreatif.

    Acara Battle of the Bands memperlihatkan dua “tim” kampus dilambangkan sebagai Yellow Jacket (UI) dan Ganesha (ITB) yang bersaing secara kreatif di panggung besar, menghadirkan band, musisi alumni, dan kolaborasi lintas angkatan untuk menyajikan pertunjukan musik berkualitas tinggi di depan ribuan penonton.

    Menurut laporan, konser ini menampilkan repertoar lagu Queen secara kolosal, termasuk hits seperti Bohemian Rhapsody, We Are the Champions, Radio Ga Ga, I Want to Break Free, dan Don’t Stop Me Now yang dibawakan oleh para musisi dari kedua belah pihak dengan energi panggung tinggi.
    Battle of the Bands UI vs ITB — Rivalitas Musik di Panggung Bersama Ajang musik antar kampus besar kembali mencuri perhatian publik lewat event Battle of the Bands yang mempertemukan dua institusi terkemuka di Indonesia: Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Konser kompetitif ini digelar baru-baru ini di Balai Sarbini, Jakarta, dengan skala produksi yang megah dan dukungan penuh dari dunia kampus serta industri kreatif. Acara Battle of the Bands memperlihatkan dua “tim” kampus dilambangkan sebagai Yellow Jacket (UI) dan Ganesha (ITB) yang bersaing secara kreatif di panggung besar, menghadirkan band, musisi alumni, dan kolaborasi lintas angkatan untuk menyajikan pertunjukan musik berkualitas tinggi di depan ribuan penonton. Menurut laporan, konser ini menampilkan repertoar lagu Queen secara kolosal, termasuk hits seperti Bohemian Rhapsody, We Are the Champions, Radio Ga Ga, I Want to Break Free, dan Don’t Stop Me Now yang dibawakan oleh para musisi dari kedua belah pihak dengan energi panggung tinggi.
    Love
    Like
    3
    0 Commentaires 0 Parts 2KB Vue
  • Hi All Cosplayer & Hobbyfreakz

    Please welcome our International Guest Cosplayer & Guest Judges @knitecoser

    KNITE is a Professional Greek Cosplayer, Model, Streamer and Performer based on Sydney, Australia.

    Meet and Greet & Merchandise booth available only on 31 Jan - 01 Feb 2026

    "THE JAKARTA 21st TOYS AND COMICS FAIR 2026"

    Kartika Expo Center,
    Balai Kartini - Jl. Gatot Subroto Kav. 37
    South Jakarta

    31st January - 1st February 2026 (2 days)
    ⏰️ 10.00 - 21.00 WIB

    Tickets:
    https://tiptip.id/event/3a8259e4-37f8-47c5-b959-fce0f720583c

    #thefirstandthebestcollectorevent

    Thank you n' Cheers!
    Sacca Production x Provaliant

    #saccaproduction #provaliant #toysfair #cosplay
    @jakartatoysfair
    @saccaevents
    @knitecoser
    @machipotindonesia
    Hi All Cosplayer & Hobbyfreakz Please welcome our International Guest Cosplayer & Guest Judges @knitecoser KNITE is a Professional Greek Cosplayer, Model, Streamer and Performer based on Sydney, Australia. Meet and Greet & Merchandise booth available only on 31 Jan - 01 Feb 2026 "THE JAKARTA 21st TOYS AND COMICS FAIR 2026" 📍Kartika Expo Center, Balai Kartini - Jl. Gatot Subroto Kav. 37 South Jakarta 📅 31st January - 1st February 2026 (2 days) ⏰️ 10.00 - 21.00 WIB Tickets: https://tiptip.id/event/3a8259e4-37f8-47c5-b959-fce0f720583c #thefirstandthebestcollectorevent Thank you n' Cheers! Sacca Production x Provaliant #saccaproduction #provaliant #toysfair #cosplay @jakartatoysfair @saccaevents @knitecoser @machipotindonesia
    Love
    1
    0 Commentaires 0 Parts 2KB Vue 2
  • Deep Purple & Slank Live in Jakarta — Konser Rock Historis 2026

    Musik rock klasik kembali mengguncang Indonesia pada 18 April 2026 — kali ini oleh Deep Purple, salah satu band hard rock paling berpengaruh sepanjang sejarah musik, yang dijadwalkan tampil di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta. Konser ini menjadi salah satu yang paling dinantikan di kalender musik 2026, terutama bagi penggemar rock lintas generasi.

    Detail Acara & Lokasi

    Tanggal: Sabtu, 18 April 2026
    Tempat: Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat
    Waktu buka pintu: Sekitar pukul 19.00 WIB
    Judul konser: Deep Purple & Slank All Greatest Hits Live in Jakarta

    Penjualan tiket konser ini sudah dibuka sejak 6 Oktober 2025, sehingga penggemar sudah bisa mengamankan tiket sejak jauh hari.

    mimin menyematkan video YouTube nya jaman mereka masih pada gondrong ya guys.. hehehe
    Deep Purple & Slank Live in Jakarta — Konser Rock Historis 2026 Musik rock klasik kembali mengguncang Indonesia pada 18 April 2026 — kali ini oleh Deep Purple, salah satu band hard rock paling berpengaruh sepanjang sejarah musik, yang dijadwalkan tampil di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta. Konser ini menjadi salah satu yang paling dinantikan di kalender musik 2026, terutama bagi penggemar rock lintas generasi. Detail Acara & Lokasi ✨ Tanggal: Sabtu, 18 April 2026 ✨ Tempat: Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat ✨ Waktu buka pintu: Sekitar pukul 19.00 WIB ✨ Judul konser: Deep Purple & Slank All Greatest Hits Live in Jakarta Penjualan tiket konser ini sudah dibuka sejak 6 Oktober 2025, sehingga penggemar sudah bisa mengamankan tiket sejak jauh hari. mimin menyematkan video YouTube nya jaman mereka masih pada gondrong ya guys.. hehehe
    Like
    2
    0 Commentaires 0 Parts 1KB Vue
  • Westlife – A Gala Evening

    Tanggal & Lokasi: 10 Februari 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Jakarta.

    Grup vokal pop legendaris asal Irlandia, Westlife, akan kembali ke Indonesia dengan konsep konser yang unik bernuansa orkestra dan musikal yang mewah. Konser bertajuk “Westlife – A Gala Evening” ini menjanjikan interpretasi baru dari lagu-lagu hits mereka seperti Flying Without Wings, My Love, dan Swear It Again dengan aransemen bersama Magenta Orchestra — pengalaman yang berbeda dari tur konser biasa

    Tiket telah dibuka sejak Desember 2025 melalui platform resmi, dengan harga bervariasi sesuai kategori tempat duduk. Acara ini menjadi kesempatan langka bagi para penggemar (Westlifers) untuk menyaksikan aksi panggung premium dari grup yang pernah menguasai tangga musik internasional.
    Westlife – A Gala Evening Tanggal & Lokasi: 10 Februari 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Jakarta. Grup vokal pop legendaris asal Irlandia, Westlife, akan kembali ke Indonesia dengan konsep konser yang unik bernuansa orkestra dan musikal yang mewah. Konser bertajuk “Westlife – A Gala Evening” ini menjanjikan interpretasi baru dari lagu-lagu hits mereka seperti Flying Without Wings, My Love, dan Swear It Again dengan aransemen bersama Magenta Orchestra — pengalaman yang berbeda dari tur konser biasa Tiket telah dibuka sejak Desember 2025 melalui platform resmi, dengan harga bervariasi sesuai kategori tempat duduk. Acara ini menjadi kesempatan langka bagi para penggemar (Westlifers) untuk menyaksikan aksi panggung premium dari grup yang pernah menguasai tangga musik internasional.
    Like
    2
    0 Commentaires 0 Parts 921 Vue
  • #comebackkid #hardcore #wakethedead #jakarta #2026
    #comebackkid #hardcore #wakethedead #jakarta #2026
    WWW.INSTAGRAM.COM
    Consumed Media on Instagram: "[EVENT] ‘Wake the Dead’, salah satu album esensial yang keluar medio tahun 2000-an dan berpengaruh buat gelombang hardcore modern oleh @comebackkid_hc sudah berusia dua dekade dan kini unit asal Kanada tersebut bakal ajak penggemar di Jakarta merayakannya bersama. Diinisiasi oleh Ageless Galaxy (@aglxyco) dan @theswillhouse, helatannya bakal digelar pada 27 Januari di Zoo SCBD, Jakarta. Konser ini juga nantinya akan diramaikan dengan beberapa local acts yang tak kalah menarik, diantaranya: @outragehc, @moderngunshc, @aloneatlast dan @finalattackjhc. Buat informasi tiketnya sudah bisa diakses via tiket.com. Lebih lengkapnya kunjungi laman Ageless Galaxy dan The Swill House sekarang juga! Photo credits: @mikecaseyphoto - #ConsumedMedia #ConsumedMagazine"
    consumed_media on December 15, 2025: "[EVENT] ‘Wake the Dead’, salah satu album esensial yang keluar medio tahun 2000-an dan berpengaruh buat gelombang hardcore modern oleh @comebackkid_hc sudah berusia dua dekade dan kini unit asal Kanada tersebut bakal ajak penggemar di Jakarta merayakannya bersama. Diinisiasi oleh Ageless Galaxy (@aglxyco) dan @theswillhouse, helatannya bakal digelar pada 27 Januari di Zoo SCBD, Jakarta. Konser ini juga nantinya akan diramaikan dengan beberapa local acts yang tak kalah menarik, diantaranya: @outragehc, @moderngunshc, @aloneatlast dan @finalattackjhc. Buat informasi tiketnya sudah bisa diakses via tiket.com. Lebih lengkapnya kunjungi laman Ageless Galaxy dan The Swill House sekarang juga! Photo credits: @mikecaseyphoto - #ConsumedMedia #ConsumedMagazine".
    Like
    1
    0 Commentaires 0 Parts 743 Vue
  • - Tahun 1990‑an, dengan masuknya musik punk/hardcore internasional, generasi muda Indonesia mulai membuat band sendiri, merilis demo secara DIY, membuat fanzine (majalah fotokopi), serta membangun komunitas underground — di Jakarta, Bandung, dan kota‑kota lain. [4]
    - Punk bukan hanya musik — tapi juga bagian dari gerakan protes budaya/politik. Di masa menuju dan setelah keruntuhan rezim otoriter era Suharto, banyak punker yang mengekspresikan ketidakpuasan lewat lirik, aksi DIY, dan solidaritas underground. [5]

    Ciri khas: DIY, anti komersial, dan kolektivitas
    - Karena industri musik mainstream sulit dijangkau — dan punk sering dianggap kontroversial — komunitas punk Indonesia memilih jalur DIY: rekaman sendiri, cetak zine sendiri, gelar gig kecil/kota, barter kaset, tukar info lewat mulut ke mulut. Ini membuat street‑punk / punk underground punya nuansa otentik dan independen. [1]
    - Dari Sabang sampai Merauke, skena punk berkembang regional: tiap kota bisa punya panggung/punk house sendiri, komunitasnya sendiri, dan gaya lokal-nya sendiri. Itu membuat punk Indonesia bukan sekedar “kopi budaya Barat” — tapi adaptasi yang melebur dengan konteks lokal. [6]

    Street‑punk / punk sekarang: terus hidup meskipun tantangan
    Meski mainstream kadang menolak, penggemar punk tetap eksis. Bahkan hingga dekade 2000‑an, kancah underground terus merilis album/EP/kompilasi secara independen, dengan lirik yang sering kritis sosial/ politik — sebagai suara alternatif di luar arus pop komersial. [4]
    - Punk Indonesia pun berevolusi — tak melulu soal gitar cepat & teriakan, tapi juga musik berdansa, kolaborasi, integrasi lintas genre. Meski begitu, akar independen & kritik sosial tetap dipertahankan. [4]

    ---

    sejarah musik street punk / punk–underground di Indonesia:

    Sejarah musik street‑punk di Indonesia sesungguhnya bagian dari cerita lebih luas: lahirnya skena punk + hardcore dalam konteks perubahan sosial dan politik negeri. Walau istilah “street punk” (atau “Oi!/punk jalanan”) tak selalu dipakai secara eksplisit, semangatnya — DIY, vokal keras, lirik tentang kelas pekerja, ketidakadilan, perlawanan — jelas tumbuh sejak gelombang pertama punk lokal. [1]

    Awal dan akar punk di Indonesia
    - Punk datang ke Indonesia lewat cassette / tape / CD bajakan dari Barat — tapi tak langsung melejit. Hingga akhir 1980‑an dan awal 1990‑an, punk di Indonesia masih tersebar tipis, dan kebanyakan remaja mengenal rock…
    Kutipan:
    1. jeremywallach.com: www.jeremywallach.com/wp-content/uploads/2008/09/Living%20the%20Punk%20Lifestyle%20i.pdf?utm_source=chatgpt.com
    2. VICE: www.vice.com/en/article/uncovering-origins-punk-rock-indonesia-history/?utm_source=chatgpt.com
    3. VICE: www.vice.com/id/article/melacak-jejak-punk-masuk-ke-indonesia/?utm_source=chatgpt.com
    4. Bandcamp Daily: daily.bandcamp.com/scene-report/indonesian-punk-diy-guide?utm_source=chatgpt.com
    5. The Anarchist Library: theanarchistlibrary.org/library/kevin-dunn-one-punk-s-travel-guide-to-indonesia?utm_source=chatgpt.com
    6. SciSpace: scispace.com/pdf/punk-and-the-city-a-history-of-punk-in-bandung-272wtvsg6m.pdf?utm_source=chatgpt.com
    - Tahun 1990‑an, dengan masuknya musik punk/hardcore internasional, generasi muda Indonesia mulai membuat band sendiri, merilis demo secara DIY, membuat fanzine (majalah fotokopi), serta membangun komunitas underground — di Jakarta, Bandung, dan kota‑kota lain. [4] - Punk bukan hanya musik — tapi juga bagian dari gerakan protes budaya/politik. Di masa menuju dan setelah keruntuhan rezim otoriter era Suharto, banyak punker yang mengekspresikan ketidakpuasan lewat lirik, aksi DIY, dan solidaritas underground. [5] 🛠️ Ciri khas: DIY, anti komersial, dan kolektivitas - Karena industri musik mainstream sulit dijangkau — dan punk sering dianggap kontroversial — komunitas punk Indonesia memilih jalur DIY: rekaman sendiri, cetak zine sendiri, gelar gig kecil/kota, barter kaset, tukar info lewat mulut ke mulut. Ini membuat street‑punk / punk underground punya nuansa otentik dan independen. [1] - Dari Sabang sampai Merauke, skena punk berkembang regional: tiap kota bisa punya panggung/punk house sendiri, komunitasnya sendiri, dan gaya lokal-nya sendiri. Itu membuat punk Indonesia bukan sekedar “kopi budaya Barat” — tapi adaptasi yang melebur dengan konteks lokal. [6] 📌 Street‑punk / punk sekarang: terus hidup meskipun tantangan Meski mainstream kadang menolak, penggemar punk tetap eksis. Bahkan hingga dekade 2000‑an, kancah underground terus merilis album/EP/kompilasi secara independen, dengan lirik yang sering kritis sosial/ politik — sebagai suara alternatif di luar arus pop komersial. [4] - Punk Indonesia pun berevolusi — tak melulu soal gitar cepat & teriakan, tapi juga musik berdansa, kolaborasi, integrasi lintas genre. Meski begitu, akar independen & kritik sosial tetap dipertahankan. [4] --- sejarah musik street punk / punk–underground di Indonesia: Sejarah musik street‑punk di Indonesia sesungguhnya bagian dari cerita lebih luas: lahirnya skena punk + hardcore dalam konteks perubahan sosial dan politik negeri. Walau istilah “street punk” (atau “Oi!/punk jalanan”) tak selalu dipakai secara eksplisit, semangatnya — DIY, vokal keras, lirik tentang kelas pekerja, ketidakadilan, perlawanan — jelas tumbuh sejak gelombang pertama punk lokal. [1] 🎯 Awal dan akar punk di Indonesia - Punk datang ke Indonesia lewat cassette / tape / CD bajakan dari Barat — tapi tak langsung melejit. Hingga akhir 1980‑an dan awal 1990‑an, punk di Indonesia masih tersebar tipis, dan kebanyakan remaja mengenal rock… Kutipan: 1. jeremywallach.com: www.jeremywallach.com/wp-content/uploads/2008/09/Living%20the%20Punk%20Lifestyle%20i.pdf?utm_source=chatgpt.com 2. VICE: www.vice.com/en/article/uncovering-origins-punk-rock-indonesia-history/?utm_source=chatgpt.com 3. VICE: www.vice.com/id/article/melacak-jejak-punk-masuk-ke-indonesia/?utm_source=chatgpt.com 4. Bandcamp Daily: daily.bandcamp.com/scene-report/indonesian-punk-diy-guide?utm_source=chatgpt.com 5. The Anarchist Library: theanarchistlibrary.org/library/kevin-dunn-one-punk-s-travel-guide-to-indonesia?utm_source=chatgpt.com 6. SciSpace: scispace.com/pdf/punk-and-the-city-a-history-of-punk-in-bandung-272wtvsg6m.pdf?utm_source=chatgpt.com
    Like
    1
    0 Commentaires 0 Parts 2KB Vue
  • Bayangkan akhir 1980-an, saat gelombang punk rock mendarat di Indonesia lewat band thrash metal seperti Roxx dan Sucker Head di Pid Pub, Jakarta. Anak muda kelas menengah, terinspirasi Green Day dan Blink-182, mulai campur energi kasar punk dengan melodi manis—lahirlah melodic punk. Di Bandung, pionir seperti Rocket Rockers (debut 1997 dengan "Bila Kau Suka") dan Closehead (1997) jadi embrio, meski akarnya sudah ada sejak 1990-an awal. Mereka turunkan distorsi, tambah harmoni vokal, dan bikin lagu catchy soal patah hati remaja.

    Era 2000-an, scene meledak. Yogyakarta ikut ramai dengan Endank Soekamti ("melodic soekamti" ala mereka), sementara Bali punya Superman Is Dead yang campur reggae-punk. Band seperti Pee Wee Gaskins, Last Child, dan Stand Here Alone bikin pop punk melodic jadi hits festival, dari underground ke YouTube. Komunitas festival independen dan kompilasi album seperti yang direkam di era itu, dorong evolusi—dari raw punk ke sound lebih populer, tapi tetap rebel.

    Hari ini, melodic punk hidup di Bandung-Yogya, dengan band baru cover klasik dan eksperimen digital. Meski tantangannya banyak, genre ini tetep inspirasi anak muda, bukti punk lokal adaptif dan abadi.

    Sumber: Radar Banyuwangi (2025), VICE Indonesia (2019), Kompasiana (2024), Blog Zenlik Herman (2013).
    Bayangkan akhir 1980-an, saat gelombang punk rock mendarat di Indonesia lewat band thrash metal seperti Roxx dan Sucker Head di Pid Pub, Jakarta. Anak muda kelas menengah, terinspirasi Green Day dan Blink-182, mulai campur energi kasar punk dengan melodi manis—lahirlah melodic punk. Di Bandung, pionir seperti Rocket Rockers (debut 1997 dengan "Bila Kau Suka") dan Closehead (1997) jadi embrio, meski akarnya sudah ada sejak 1990-an awal. Mereka turunkan distorsi, tambah harmoni vokal, dan bikin lagu catchy soal patah hati remaja. Era 2000-an, scene meledak. Yogyakarta ikut ramai dengan Endank Soekamti ("melodic soekamti" ala mereka), sementara Bali punya Superman Is Dead yang campur reggae-punk. Band seperti Pee Wee Gaskins, Last Child, dan Stand Here Alone bikin pop punk melodic jadi hits festival, dari underground ke YouTube. Komunitas festival independen dan kompilasi album seperti yang direkam di era itu, dorong evolusi—dari raw punk ke sound lebih populer, tapi tetap rebel. Hari ini, melodic punk hidup di Bandung-Yogya, dengan band baru cover klasik dan eksperimen digital. Meski tantangannya banyak, genre ini tetep inspirasi anak muda, bukti punk lokal adaptif dan abadi. Sumber: Radar Banyuwangi (2025), VICE Indonesia (2019), Kompasiana (2024), Blog Zenlik Herman (2013).
    Like
    1
    0 Commentaires 0 Parts 1KB Vue
  • "Analog Purification": Pita Reel-to-Reel sebagai Simbol Status*

    Ketika rekaman digital (in-the-box) semakin mudah dan murah, musisi elit mencari cara untuk membedakan diri. Merekam menggunakan pita analog fisik (Reel-to-Reel) menjadi simbol status kemewahan baru di Jakarta Selatan.

    Biaya pita itu mahal dan prosesnya ribet (tidak bisa di-undo). Justru itu poinnya. Jika sebuah band merekam albumnya secara live di pita analog murni tanpa komputer, itu menunjukkan skill bermusik tingkat dewa dan modal yang kuat. Label "AAA" (Analog recording, mixing, mastering) di sampul album menjadi jaminan mutu bagi kaum audiophile snob yang kembali mendominasi pasar fisik.
    "Analog Purification": Pita Reel-to-Reel sebagai Simbol Status* Ketika rekaman digital (in-the-box) semakin mudah dan murah, musisi elit mencari cara untuk membedakan diri. Merekam menggunakan pita analog fisik (Reel-to-Reel) menjadi simbol status kemewahan baru di Jakarta Selatan. Biaya pita itu mahal dan prosesnya ribet (tidak bisa di-undo). Justru itu poinnya. Jika sebuah band merekam albumnya secara live di pita analog murni tanpa komputer, itu menunjukkan skill bermusik tingkat dewa dan modal yang kuat. Label "AAA" (Analog recording, mixing, mastering) di sampul album menjadi jaminan mutu bagi kaum audiophile snob yang kembali mendominasi pasar fisik.
    0 Commentaires 0 Parts 583 Vue
  • "Mall-Venue": Gentrifikasi Ruang Ritel Mati*

    Pusat perbelanjaan (Mall) di Jakarta dan Surabaya banyak yang sepi penyewa ritel akibat e-commerce. Menuju 2026, ruang kosong bekas department store ini disulap menjadi Live House atau venue musik.

    Ini solusi win-win. Mall butuh traffic anak muda, musisi butuh tempat ber-AC yang parkirnya luas dan akses transportasi umumnya gampang. Konser hardcore di bekas toko baju lantai 3 Plaza Blok M bukan lagi anomali, tapi norma baru. Akustiknya mungkin perlu peredam ekstra, tapi kenyamanan akses membuat "Mall Gigs" menjadi tren urban yang tak terelakkan.
    "Mall-Venue": Gentrifikasi Ruang Ritel Mati* Pusat perbelanjaan (Mall) di Jakarta dan Surabaya banyak yang sepi penyewa ritel akibat e-commerce. Menuju 2026, ruang kosong bekas department store ini disulap menjadi Live House atau venue musik. Ini solusi win-win. Mall butuh traffic anak muda, musisi butuh tempat ber-AC yang parkirnya luas dan akses transportasi umumnya gampang. Konser hardcore di bekas toko baju lantai 3 Plaza Blok M bukan lagi anomali, tapi norma baru. Akustiknya mungkin perlu peredam ekstra, tapi kenyamanan akses membuat "Mall Gigs" menjadi tren urban yang tak terelakkan.
    0 Commentaires 0 Parts 694 Vue
  • #Hujan #di #jakarta
    #Hujan #di #jakarta
    0 Commentaires 0 Parts 276 Vue
  • #jakartaslamfest #metalconcert #nvrmnd
    #jakartaslamfest #metalconcert #nvrmnd
    WWW.INSTAGRAM.COM
    INDONESIAN DEATH METAL on Instagram: "Comming Soon @nvrmnd_id Present : '' JAKARTA SLAMFEST '' on Years 2026 @New Kaliber Night Club Kota Tua Jakarta More Info : 0877.7678.5868 #JAKARTASLAMFEST #JAKSLAM #JSF #NEVERMIND"
    Discover the excitement of Jakarta Slamfest 2026, a premier music festival in Jakarta, Indonesia. This event is hosted by @nvrmnd_id at the iconic New Kaliber Night Club Kota Tua Jakarta. With a lineup of talented artists and a unique cultural experience, this is an event not to be missed. Get your tickets now by calling 0877.7678.5868 and be a part of Jakarta's vibrant nightlife.
    0 Commentaires 0 Parts 431 Vue
  • yg suka musik jedag jedugg/EDM: #dwp #2025 #edm #dwp2025 #djakartawarehouseproject
    yg suka musik jedag jedugg/EDM: #dwp #2025 #edm #dwp2025 #djakartawarehouseproject
    DWPFEST.COM
    DWP 25
    One of the biggest dance music festivals in Asia is back! Djakarta Warehouse Project will return this year.
    0 Commentaires 0 Parts 409 Vue
Plus de résultats
MusiXzen https://musixzen.com